10 Jam Setelah Tenggelam, 14 Penumpang KMP Yunicee Belum Ditemukan

30/06/2021 03:14
Petugas Basarnas Bali mengevakuasi KMP Yunicee di perairan Gilimanuk Bali. (FOTO/Ist)
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Diduga lambung kapal bocor KMP Yunicee yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi miring dan akhirnya tenggelam menjelang sandar di Pelabuhan Gilimanuk. Kapal yang mengangkut 53 orang termasuk penumpang dan anak buah kapal (ABK) ini akhirnya tenggelam bersama puluhan kendaraan di dalamnya. Disebutkan 6 orang meninggal dunia namun 14 orang belum ditemukan, sisanya berhasil selamat.

———————–

Guna mengevakuasi korban KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali, Polres Jembrana, Bali, menyiapkan posko. “Di Pelabuhan Gilimanuk, kami siapkan posko. Selain itu, persiapan juga dilakukan di puskesmas dan RSU Negara,” ujar Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Ketut Gede Adi Wibawa kepada awak media di Gilimanuk, Selasa (29/6) malam.

la mengatakan, pihaknya juga menyiapkan ruangan ASDP Pelabuhan Gilimanuk untuk menampung korban yang dalam keadaan sehat. Untuk jumlah penumpang serta korban yang selamat maupun meninggal, ia mengaku masih terus melakukan pendataan. “Evakuasi dari tim gabungan masih berlangsung. Kami masih melakukan pendataan,” imbuh Kapolres.

Dikonfirmasi ke pihak Basarnas Bali menyebutkan KMP Yunicee yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk dan mengalami kecelakaan itu membawa 53 penumpang yakni 41 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK) dan puluhan kendaraan. “Pukul 19.50 wita Tim Rescue Pos SAR Jembrana dan Buleleng bergerak menuju LKP Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya pukul 20.15 wita Tim Rescue Kansar Denpasar bergerak menuju LKP Pelabuhan Gilimanuk,” terang Humas Basarnas Bali, Ayu.

Disebutkan pula pukul 20.45 wita KMP Suakarya berhasil mengevakuasi 27 penumpang dalam keadaan selamat. Kemudian pukul 21.00 Wita KMP Samudra Utama berhasil mengevakuasi 17 penumpang dalam keadaan selamat. “Pukul 21.20 Wita nelayan setempat berhasil mengevakuasi 6 penumpang dalam keadaan meninggal dunia, empat perempuan dan dua laki-laki. Jenazah dievakuasi ke Puskesmas Gilimanuk,” terang Ayu melalui pesan whatsapp.

Baca Juga :   Hari Pertama PPKM Level 3, Bali Dihantam 1.111 Pasien Positif, Menyodok ke Peringkat 8 Nasional

Di tempat terpisah Dandim 0825 Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 14 orang masih belum ditemukan. “Data sementara ini ada 14 orang yang hilang, dan sekarang masih dalam proses pencarian oleh Basarnas,” katanya kepada wartawan pada Selasa (29/6) malam.

Dilaporkan hingga pukul 22.00 Wita proses pencarian masih dilakukan dengan melakukan penyisiran di seputaran lokasi tenggelamnya kapal KMP Yunicee di selat Bali. KMP Yunicee berangkat berlayar dari Pelabuhan Ketapang  ke Pelabuhan Gilimanuk sebelum kapal tenggelam pada Selasa 29 Juni 2021 pukul 19.20 Wita.

Kapal ini memiliki spesifikasi panjang kapal 56,5 meter dan lebar kapal adalah 8,6 meter. Kapal diduga miring dan langsung tenggelam di selatan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali saat hendak menuju dermaga untuk menurunkan penumpang. Di sisi lain Direktur RSU Negara dr Putu Eka Indrawati mengatakan kepada media, pihaknya siap menerima dan merawat korban kapal tenggelam tersebut. (*/Sin)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya