Peringatan Hari Air, Pemkab Buleleng Tanam Pohon di Bendungan Tamblang

24/03/2021 06:19
Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG usai menghadiri penanaman pohon .
banner-single

BULELENG JurnalBali.com-

Memperingati Hari Air Dunia ke-29 tahun 2021, Pemkab Buleleng tanam pohon di Bendungan Tamblang, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penanaman pohon ini dihadiri secara virtual oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Hari ini kami melakukan penanaman pohon yang juga dihadiri oleh pihak Kementerian terkait secara virtual,” ujar Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG usai menghadiri kegiatan tersebut, Senin (22/03).

——————-

Wabup Sutjidra pada kesempatan tersebut menjelaskan, setiap infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah pusat dilakukan penghijauan pada Hari Air Dunia ini. Termasuk Bendungan Tamblang. Sebanyak 300 pohon ditanam di areal Bendungan Tamblang. “Pohon-pohon yang ditanam merupakan pohon produktif, seperti mangga, durian dan manggis. Tinggi dari pohon yang ditanam sudah mencapai satu meter,” jelas dia.

Baca Juga :   Covid-91 Masih Ganas, Masyarakat Buleleng Diminta Lebih Waspada

Dia berharap, dengan penanaman pohon ini konservasi air, khususnya di Bendungan Tamblang bisa terjaga. Bisa menghindari adanya sedimentasi. Sehingga kualitas air bisa terjaga. Bendungan Tamblang juga diharapkan oleh seluruh masyarakat Buleleng sebagai sarana penyediaan air baku. Khususnya kebutuhan air pada kecamatan yang ada di wilayah timur bisa terpenuhi.

Menurut dia, Hari Air Dunia juga dijadikan momentum untuk menjaga lingkungan dan ketersediaan air. “Dengan konsep kita di Bali, yaitu Tri Hita Karana. Saat penanaman ini kita menjaga hubungan dengan alam. Kami jaga air dengan menanam pohon, sehingga mencukupi untuk kehidupan,” ucap Sutjidra.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Maryadi Utama yang juga turut hadir secara langsung menyebutkan, ketersediaan sumber daya air di Provinsi Bali sudah sangat bagus. Tinggal mengelola saja, karena Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada masih bagus sehingga dapat menampung dan menyerap air sangat optimal.

Baca Juga :   Dewan Buleleng Terima Audensi LSM Genus dan Elemen Mahasiswa Buleleng

Lebih lanjut, kata dia, dapat dilihat pada daerah lain dalam beberapa bulan terakhir mengalami bencana seperti di Pulau Jawa dan Sumatra. Namun, di Bali tidak terlalu signifikan. Artinya, bahwa DAS yang ada di Bali sangat bagus dan menampung air sebanyak-banyaknya. Ini menjadi aset yang sangat berharga bagi Provinsi Bali. “Hanya tinggal mengelolanya saja. BWS Bali Penida sebagai kepanjangan tangan Kementerian PUPR akan mengelolanya semaksimal mungkin. Kami tetap akan melakukan pengelolaan dengan pola struktur dan non struktur. Struktur berarti kita membuat beberapa bendungan dan tampungan di Provinsi Bali. Non struktur adalah pembinaan terhadap komunitas peduli sungai dan masyarakat sebagai ujung tombak di lapangan,” sebutnya.

Untuk pembangunan Bendungan Tamblang, dia menambahkan, saat ini sudah mencapai 38 persen.  Diharapkan, akhir tahun 2023 Bendungan Tamblang bisa terisi dan dapat dimanfaatkan. Air baku yang dihasilkan oleh Bendungan Tamblang ini adalah 510 liter per detik. Proses pembangunan berjalan lancar dan tidak terjadi hambatan berarti, karena proses pembebasan lahan sudah selesai semua. “Tinggal kami melanjutkan saja. Untuk saat ini proses pembangunan bendungan sudah deviasi 2,1 persen,” tutup Maryadi Utama. */Tir.

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya