Pengguna QRIS Terbaik, Pemprov Bali Raih BIAward 2021, Ini Capaiannya

20/12/2021 09:55
Kepala KPwBI Trisno Nugroho saat menyerahkan penghargaan Bank Indonesia Award 2021 kepada Gubernur Bali Wayan Koster, Jum'at (17/12/2021). (FOTO/Ist)
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Pemerintah Provinsi Bali raih penghargaan Bank Indonesia Award tahun 2021 kategori implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

———————

Piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bank Indonesia yang diwakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, kepada Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster secara langsung bertempat di Gedung Jaya Sabha Denpasar, Jum’at (17/12) kemarin.

Bank Indonesia Awards merupakan ajang penganugerahan untuk mengapresiasi para mitra strategis Bank Indonesia yang telah berkontribusi secara signifikan terhadap keuangan, stabilitas keuangan, dan sistem pembayaran.

“Secara khusus, kategori yang diperoleh Provinsi Bali ini diberikan kepada Pemerintah Daerah yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi tinggi dalam mendorong adopsi pembayaran QRIS sebagai inovasi sistem pembayaran nirsentuh yang cepat, mudah, murah, aman dan handal,” terang Kepala KPw BI Trisno Nugroho.

Dijelaskan lebih lanjut, prestasi tersebut sejalan dengan meningkatnya akseptansi QRIS di wilayah Bali yang hingga awal Desember 2021 telah mencapai lebih dari 380 ribu merchant, atau meningkat hingga 120% dibandingkan awal tahun 2021.

“Dari jumlah tersebut, mayoritas pengguna QRIS merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mencapai 93,17% atau sekitar 350 ribu merchant,” urainya.

Di samping itu, transaksi penggunaan QRIS di wilayah Bali juga menunjukkan peningkatan dengan rata-rata nominal transaksi selama 2021 tercatat sebesar Rp32 miliar dengan jumlah transaksi sebanyak 400 ribu setiap bulannya.

“Ini lebih tinggi dibanding rata-rata transaksi bulanan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp13 miliar dengan 163 ribu transaksi per bulan,” jelasnya.

Implementasi QRIS yang semakin luas dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali ini akan semakin mendorong terciptanya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap ekonomi Bali dan Nasional.

Baca Juga :   Pelantikan Walikota Denpasar Diundur 26 Februari, Pj Sekda Jadi PLH

Menurut Trisno, penggunaan QRIS sesuai dengan pergeseran preferensi masyarakat masa kini yang mengutamakan protokol kesehatan dengan mengeliminasi kebutuhan kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung antar pengguna.

Selain itu, QRIS juga dapat digunakan oleh merchant dan konsumen di seluruh sektor sehingga mampu mendorong geliat sosial ekonomi di masyarakat.

Sejalan dengan penghargaan yang diterima oleh Pemprov Bali, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali juga mendapatkan penghargaan di internal Bank Indonesia sebagai satuan kerja terdepan dalam mendorong perluasan QRIS menuju 12 juta merchant nasional.

Berbagai program terobosan inovatif telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sepanjang 2021, diantaranya sosialisasi digitalisasi pasar tradisional di 3 daerah (Buleleng, Denpasar dan Klungkung), implementasi QRIS di Kawasan Bea Cukai Ngurai Rai, pusat perbelanjaan, Korem 163 Wirasatya, serta rumah sakit daerah dan swasta.

Selain itu, kolaborasi dengan komunitas mahasiwa penerima beasiswa Bank Indonesia, GenBI (Generasi Baru Indonesia) juga dilakukan secara intensif untuk mengajak kaum milenial di Bali agar mulai bertransaksi menggunakan QRIS.

Di tingkat nasional, berbagai upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memperluas penggunaan QRIS melibatkan tidak kurang dari 16 Kementerian Lembaga, 19 Asosiasi tingkat nasional, 606 komunitas, dan ratusan Pemda di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, sejak 1 November 2021, Bank Indonesia telah mencapai target 12 juta merchant QRIS. Hingga 10 Desember 2021, jumlah merchant QRIS telah mencapai 13,6 juta merchant. Transaksi QRIS terus mengalami peningkatan sehingga nominal transaksi bulan Oktober 2021 mencapai Rp3 triliun atau meningkat 226% secara tahunan.

“Secara volume, transaksi Oktober 2021 mencapai 41,6 juta kali transaksi atau meningkat 242% secara tahunan,” tutupnya. (*/Bil)

Baca Juga :   Pengurus FKPT Bali Dikukuhkan Saat Rakernas FKPT di Malang

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya