Diduga Tamu Domestik Picu Peningkatan Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Bali

26/06/2021 03:08
Data covid 25 Juni
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Wacana tentang dampak Work From Bali, turut andil dalam memicu peningkatan jumlah pasien positif covid-19 di Bali, memang tidak terbantahkan. Buktinya, Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali merilis angka jumlah tamu domestik (atau PPDN, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) yang terpapar covid-19 di Bali selalu bertengger pada angka di atas 20 orang. Seperti hari Jumat 25 Juni, jumlah tamu domestic (PPDN) sentuh angka 25 orang.

Pertambahan kasus pada jumat 25 Juni selengkapnya, sebanyak 195 orang terkonfirmasi positif yang terdiri dari 169 orang melalui Transmisi Lokal, 25 tamu domestik (PPDN) 1 orang PPLN. Pasien sembuh hanya 64 orang dan 2 orang pasien meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah kasus secara kumulatif, pasien positif  49.126 orang, pasien sembuh 46.422 orang (94,50%), dan  Meninggal Dunia 1.547 orang (3,15%).

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.018.155 orang dan vaksin 2 sebanyak 725.824 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.583.980 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 840.001 dosis.

 

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

Baca Juga :   Ketua PHRI Bali Minta Pengusaha Pariwisata Tidak Menjual Aset

Pemerintah mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak. Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yaitu Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian,  Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (*/Bil)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya