Covid-19 Membludak, Sejumlah Wisatawan Sewa Pesawat Jet Pribadi untuk Pulang

18/07/2021 06:13
Sejumlah wistawan manca negara menyewa pesawat Jet Pribadi untuk pulang ke negerinya.
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Ledakan jumlah pasien positif terpapar Covid-19 di Bali sudah sangat mengkhawatirkan. Betapa tidak, tepat dua minggu PPKM Darurat dilaksanakan, pada Sabtu 17 Juli 2021, jumlah pasien positif covid-19 Bali lampaui angka seribu, tepatnya 1.019 orang pasien positif covid-19. Meski demikian gelombang eksodus Warga Negara Asing (WNA) dari Indonesia akibat meledaknya kasus Covid-19 belum terlihat signifikan.

————————-

Kendati demikian, pemerintah Australia, Jepang dan Taiwan sudah ancang-ancang memulangkan warganya dari Indonesia termasuk warga tiga negara tersebut yang masih ada di Bali.

Skema pemulangan tampaknya telah diatur oleh negara asal para WNA dengan menyarankan seluruh warganya menggunakan moda transport yang proses penerbangannya tidak ribet, mudah dan tidak birokratis. Ada banyak piliuhan penerbangan umum dan penyewaan pesawat komersil yang disiapkan masing-masing negara asal WNA. Beberapa di antara mereka yang berkantong tebal memilih charter jet pribadi.

Salah satu penyedia atau agen penyewaan jet adalah PT. Indojet Sarana Aviasi. “Belum terlihat ada eksodus repatriasi dari Bandara Ngurah Rai Bali. Permintaan dan keberangkatan khusus repatriasi untuk WN Jepang dan Taiwan belum terlihat,” kata Stefanus Gandi, Director PT. Indojet Sarana Aviasi via WA kepada Jawa Pos Radar Bali, Kamis (15/7) sore.

Untuk diketahui, pemerintah Jepang berencana memulangkan warganya via Bandara Soekarno-Hatta ke Narita Airport, mulai Agustus 2021 nanti. Alasannya, supaya warga Jepang yang ada di Indonesia bisa mengikuti program vaksin di Jepang. “Sampai saat ini penerbangan charter masih normal dengan dominasi penumpang domestik,” imbuh Gandi.

Memang belum ada permintaan dari WNA Jepang dan Taiwan yang ingin pulang kampung. Jelas dia, pihaknya kini sedang mempersiapkan kepulangan puluhan warga negara Australia via Bandara Ngurah Rai di Tuban, Badung, ke Darwin, Australia. “Saat ini kami sedang melakukan persiapan kepulangan 90 warga Australia dalam waktu dekat,” sebut Gandi.

Baca Juga :   Covid Terkendali, Kepercayaan Masyarakat Luar terhadap Bali Meningkat

Indojet Sarana Aviasi sendiri memiliki beberapa armada untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Di antaranya typemidsize jet8 kursi dengan kisaran banderol sewa dari Denpasar ke Darwin sebesar USD 65.000 atau sekitar Rp 943 juta lebih (kurs USD = Rp 14.519). Tapi, harga itu bisa berubah sewaktu-waktu. ‘Untuk armada yang cepat dan masih terjangkau. Ada type Hawker 800-xpi dengan kapasitas 8 kursi dan type Legacy 600 dengan kapasitas 13 kursi,” imbuh Gandi.

 Tentu dengan harga sebesar itu, selain penerbangan yang cepat dan nyaman. Ada beragam fasilitas yang akan di dapat konsumen. Seperti Flight Permit, Airport Ground Handling, Airport Longue, dan Foods & Beverages onboard. Untuk tujuan Bali-Darwin sendiri penerbangan memakan waktu hampir tiga jam atau 2 jam 35 menit. (*/Bil)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya