Bersamaan dengan HUT Kemerdekaan ke-76, Desa Mbuit Boleng Baru Dialiri Listrik

25/08/2021 01:13
Tiang-tiang listrik telah terpasang di desa Mbuit Kecamatan Boleng Manggarai Barat. (FOTO/Cel)
banner-single

LABUAN BAJO Jurnalbali.com

Seluruh warga Indonesia baru saja bereuforia merayakan  hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 76 tahun pada tanggal 17 Agustus lalu. Hal itu termasuk warga Desa Mbuit Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Namun kali ini, makna kemerdekaan bagi mereka sangat berbeda dari sebelumnya.

———————–

Bagaimana tidak, di usia kemerdekaan RI yang ke 76 tahun, impian sejak lama mereka untuk mendapatkan sambungan listrik akhirnya terwujud.

Adam, salah seorang warga Desa Mbuit, mengatakan bahwa kemerdekaan kali ini sarat makna. Mereka baru merasakan kemerdekaan sesungguhnya.

“Ini baru merdeka, aliran listrik telah masuk. Sangat membantu warga di sini. Warga tidak perlu bersusah payah untuk memasak air minum dan menanak nasi. Air minum tinggal pesan di depot air minum isi ulang terdekat. Warga di sini juga beramai-ramai membeli rice cooker,” katanya, Senin (23/8/2021).

Jika dulu, mencari kayu bakar ke hutan adalah tugas rutin, aktivitas itu kini berkurang. Masyarakat bisa menggunakan aliran listrik untuk masak.

Terutama untuk menanak nasi. Bahkan menurut Adam, tugas para menantu wanita di kampungnya sudah sedikit lebih ringan. Aktivitas menanak nasi kini bisa dimudahkan dengan rice cooker.

“Di sini kami menyebut benda itu (rice cooker-red) sebagai menantu idaman. Semuanya sekarang jadi mudah,” ucapnya bernada canda.

Saat aliran listrik PLN belum sampai ke kampungnya, warga mengandalkan sumber penerangan dari lampu pelita. Untuk masyarakat berekonomi cukup, cendrung menggunakan mesin generator atau genset.

Habit masyarakat pun perlahan banyak berubah. Jika dulu masyarakat tidur lebih cepat sebelum pukul 22.00 wita, kini jam tidur itu tak lagi menjadi pakem.

Masyarakat sudah mulai lebih sering menambah panjang jam bergadangnya. Ada yang menonton tv hingga subuh, ada juga yang berkaraoke ria hingga pagi.

Baca Juga :   Ditengarai Galian C Bandara Komodo 10 Tahun Tidak Bayar Pajak

Tentunya ini sedikit tengganggu. Namun, masih bisa dipahami, dengan harapan suatu saat kebiasaan itu akan berubah dengan sendirinya.

“Warga di sini juga sudah bisa menikmati minuman dingin. Orang-orang juga beramai-ramai membeli kulkas,” ujarnya. Menurut dia, bahwa program listrik ini dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak hanya  memanfaatkannya sekedar penerangan saja, kami mulai memanfaatkannya untuk meningkatkan ekonomi, seperti menjual minuman dingin, Es Balok, es krim, atau pun jualan lainnya yang menggunakan listrik,” Katanya saat ditemui media ini. Adam juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan  program listrik tersebut. “Terimakasih untuk pemerintah, mulai dari desa hingga pusat atas terwujudnya impian kami,” tutupnya. (*/Mpr)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya