Tokoh Masyarakat Lembor Apresiasi Langkah Mahaputra Jaga Stabilitas Harga Beras di Mabar

10/02/2022 09:13
Tobias Wanus (FOTO/Rio)
banner-single

LABUAN BAJO, Jurnalbali.com –

Tokoh Masyarakat Lembor, Tobias Wanus memberikan apresiasi kepada pemilik toko Mahaputra, Henry Chandra yang berperan untuk menjaga stabilitas harga beras di Manggarai Barat saat sawah Lembor gagal tanam.

—————-

Sebagaimana diketahui, ratusan hektar lahan sawah Lembor berhenti dari kegiatan tanam menanam selama hampir setahun, lantaran adanya proyek rehabilitasi beberapa bendungan dan irigasi di Lembor, Manggarai Barat, Flores-NTT.

Apresiasi dari politisi PKB Mabar ini disampaikan Minggu, 06 Februari 2022, saat ditemui bali.poskota.co.id di Labuan Bajo.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Toko Mahaputra justru untuk mengendalikan harga beras. Sebab menurutnya peran swasta dalam hal ini Henry Chandra selaku pemilik toko Mahaputra sangat penting untuk menjaga stabilitas harga beras di Mabar selama gagal tanam di Lembor.

“Contoh di Lembor selama kerja proyek irigasi harga beras tetap 10 ribu perkiko gram. Tidak pernah baik selama ini. Itu dari (bulan) April tahun lalu. Teori sebenarnya permintaan banyak lalu persediaan sedikit maja harga naik. Nah karena lembor itu rehak kebutuhan banyak persediaan sedikit. Mestinya harga beras naik tapi dia (Mahaputra) stabil,” ujarnya.

Dikatakan, kehadiran swasta justeru sangat membantu menjaga stabilitas harga beras di Manggarai Barat. Menurutnya, jika Mahaputra tidak mendatangkan beras dari Makasar tentu akan berpengaruh pada harga beras du Mabar yang bisa saja melonjak tinggi.

“Jika dia (Mahaputra) tidak melakukan itu (mendatangkan beras dari Makasar) tentu harga beras lonjak tinggi sejak tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan Mahaputra yang datangkan beras dari Makasar memang sudah layak untuk tidak kena pajak atau pungut retribusi. Karena, jika itu dilakukan oleh Pemkab Mabar, maka akan berpengaruh pada harga beras.

Baca Juga :   Tim Bulutangkis PON Bali Disiapkan Dua Planning

“Buktinya bahwa sejak tahun lalu Lembor inikan tidak kerja sawah dan harga beras tetap stabil diangka 10 rbu perkilo gram,” ujarnya.

Tokoh pejuang Mabar ini justeru mengkritisi soal kinerja Bulog yang mengetahui bahwa ada beras dari luar masuk ke Mabar tetapi Bulog tidak melakukan operasi pasar.

“Bulog ini sebenarnyakan berperan sebagai stabilasator harga. Jika dia tahu ada beras dari luar masuk ya lakukan operasi pasar. Dia harus bangun kerja sama dengan pemerintah setempat,” ujarnya. (*/Rio)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya