10 Tokoh Bali Raih Penghargaan “Bali Jani Nugraha” Ini Kontribusi Mereka

26/10/2022 06:34
Prof. Darma Putera menerima Anugerah “Bali Jani Nugraha” dari Gubernur Bali Wayan Koster saat Acara Penutupan Festival Bali Jani 2022 di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Minggu (23/10/2022) malam. (ist/unud)
banner-single

DENPASAR, Jurnalbali.com – Seorang ilmuwan akan selalu dikenang lewat karya-karyanya. Demikian pun para ilmuwan di Bali, yang lewat karya-karyanya telah ikut berpartisipasi menyumbangkan pemikiran cerdas akademis kepada pemerintah guna membantu memberi solusi atas permasalahan sosial budaya dan sosial politik di Bali.

—-

Itu sebabnya pemerintah Provinsi Bali menggelar anugerah Penghargaan “Bali Jani Nugraha” untuk mengapresiasi dan menghormati karya-karya intelktual bagi pembangunan Bali yang dilakukan oleh para ilmuwan akademis di Bali. Salah seorang penerima penghargaan “Bali Jani Nugraha” yang terpillih adalah Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Darma Putra.

Ia ditetapkan sebagai salah seorang dari 10 penerima penghargaan “Bali Jani Nugraha” oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Anugerah diserahkan pada acara penutupan Festival Seni Bali Jani 2022, di Art Centre, Taman Budaya Denpasar, Minggu (23/10/2022).

Korprodi S3 (Doktor) Kajian Budaya FIB Unud ini diberikan anugerah atas pencapaiannya dalam Pengkajian Sastra Bali Modern dikuatkan dengan buku-buku yang ditulisnya, seperti buku Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2000/2010) dan buku Heterogenitas Sastra di Bali (2021/2022).

Buku Heterogenitas Sastra di Bali mendapat Hadiah Sastra 2021 sebagai buku kritik sastra terbaik oleh Kemendikbud Ristek. Buku ini diterbitkan kembali oleh BRIN dan bisa diunduh dari link: https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/552

Sembilan penerima lainnya adalah Prof. I Made Bandem (Pengkajian Inovasi Seni Modern Bali), Prof. I Wayan Dibia (Seniman Tari Kontemporer), Putu Wijaya (seniman teater), Cokorda Sawitri (Sastrawan Modern), Tan Lioe Ie (penyair), Dr. Dra. A.A Sagung Mas Ruscitadewi, M.Fil.H. (Seniman Penulis Cerita Anak), Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. (sastrawan), Dhenok Kristianti (penyair), dr. Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa, MM (penyair).

Baca Juga :   Alih Fungsi Lahan di Bali Capai 1000 Ha Setiap Tahun

Penerima penghargaan diberikan piagam dan uang Rp50 juta (potong pajak) dan diwajibkan menulis buku yang diisi logo Festival Seni Bali Jani (FSBJ). Sebanyak 25 eksemplar buku itu agar diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Bali untuk dipamerkan dalam pameran buku Bali (Bali Book Fair).

FSBJ diselenggarakan sebagai aktualisasi Perda Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, sekaligus implementasi Visi Pembangunan Provinsi Bali 2018-2023 Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

FSBJ digagas oleh Putri Suastini Koster yang dikenal sebagai seniman/ pemain teater, penulis puisi, dan pembaca puisi yang mengagumkan. Kegiatan kesenian ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan pembinaan kesenian modern di Bali, seirama dengan kesenian ‘tradisional’ yang sudah berkibar lewat Pesta Kesenian Bali.

Kegiatan FBJ terdiri atas Pawimba (Lomba), Adilango (Pergelaran), Megarupa (Pameran), Timbang Rasa (Sarasehan), Aguron-guron (Lokakarya), Utsawa (Parade), Beranda Pustaka (Bursa Buku dan Pameran Kartun), dan Bali Jani Nugraha. Pemberian Bali Jani Nugraha dilakukan lewat seleksi tokoh dan karya oleh tim yang dibentuk oleh Dinas Kebudayaan Bali.

Sosok dan nama I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D., tak asing lagi dalam dunia sastra, budaya, dan pariwisata. Sebelum berkiprah di bidang akademik, guru besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) ini, adalah seorang jurnalis. Pria kelahiran Denpasar, 5 Desember 1961 ini aktif melaksanakan penelitian dan publikasi tentang sastra, budaya dan pariwisata.

Suami Diah Suthari ini memiliki pengalaman akademik internasional. Dia pernah menjadi peneliti pasca-doktoral di KITLV Leiden (2010), The Cross-Cultural Centre Ascona, Swiss (2012), dan University of Melbourne, Australia (2015).

Darma Putra menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Sastra Universitas Udayana tahun 1985, kemudian pendidikan S2 di University of Sydney (1994), dan S3 di University of Queensland, Australia (2003).

Baca Juga :   Pemerintah Pusat Diminta Segera Cairkan Sisa Insentif Nakes Untuk Bali tahun 2020

Darma Putra mulai menjadi dosen di Prodi Sastra Indonesia tahun 1986. Tahun 2014-2017, dia menjadi Korprodi Magister (S2) Kajian Pariwisata Program Pascasarjana Unud, dan mulai Februari 2022, diangkat sebagai Koprodi Doktor (S3) Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unud.

Dalam berbagai kesibukan mengajar dan menjadi korprodi, Darma Putra aktif meneliti dan publikasi di tingkat nasional dan internasional. Tahun 2018, terpilih sebagai dosen berprestasi Unud, dan lolos ke delapan finalis dosen berprestasi KemenRistek Dikti bidang Sosial Humaniora.

Tahun 2022, Darma Putra diberikan anugerah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unud sebagai dosen dengan raihan Score Sinta tertinggi di antara seluruh dosen Unud. Anugerah ini diserahkan dalam peringatan Dies Natalis Unud, 29 September 2022. (BB/501). (*/W-49)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya