Manggarai Krisis Beras, Masyarakat Beli Beras dari Makasar

04/02/2022 03:52
Pemilik toko Mahaputra Labuan Bajo, Henry Chandra (FOTO/Rio)
banner-single

LABUAN BAJO, Jurnalbali.com –

Kepala Bulog Manggarai Barat, Zulkarnain memberikan pengakuan mengejutkan soal bisnis beras yang dilakukan oleh pemilik tokoh sembako terbesar di Manggarai Barat, Baba Henry Chanra. Zulkarnain menjelaskan bahwa Henry Chandra sudah lama menjalankan bisnis beras dengan mendatangkan beras dari Makasar dan masuk ke Manggarai Barat tanpa adanya retribusi. Hal tersebut disampaikan Zulkarnain saat ditemui di Kantornya di Labuan Bajo pada Rabu, 02, February 2022.

————————-

Ia menjelaskan bahwa pihak Bulog tidak memiliki wewenang untuk melakukan monitoring dan mengatutur soal teknis proses masuknya beras dari Provinsi lain ke Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, yang berhak untuk mengatur soal retribusi dan pajak adalah wewenang pemerintah kabupaten Manggarai Barat. Dia menjelaskan bahwa sesungguhnya setiap barang pangan yang masuk dari luar apalagi oleh pihak swasta harus dicek betul soal kondisi dan kualitas barang.

“Kita tidak punya hak untuk mengatur soal teknis ya. Tapi kalau pemerintah daerah memberikan wewenang kepada kita ya kita siap,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng saat dikonfirmasi pada Rabu, 02, February 2022 di Kantor Bupati Mabar mengaku jika pihaknya tidak mengetahui soal aktivitas tokoh Mahaputra yang mendatangkan beras dari Makasar.

“Saya juga baru tahu soal informasi itu. Nanti kita cek ya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pemilik tokoh Mahaputra, Henry Chandra membenarkan soal praktek bisnis beras yang mendatangkan beras dari Makasar ke Manggarai Barat. Menurutnya, selama ini pihaknya melakukan bisnis setiap bulan dengan tempo satu kali dalam 2 minggu atau dua kali dalam sebulan. Ada pun akumulasi jumlah beras yang ia datangkan dari Makasar ke Labuan Bajo yakni 70-75 ton dalam sebulan.

Baca Juga :   Kodam IX/Udayana Bersinergi dengan Polda Bali Kawal PPKM Darurat

Pengakuan lain Hendry Chandra yakni dalam proses pengiriman beras ini pihaknya tidak pernah membayar retribusi masuk atau bayar pajak masuk. “Saya pikir kalau soal pangan itu tidak ada retribusinya tapi saya tidak tahu e. Selama ini kami tidak ada bayar sama sekali,” ujarnya. Ia menambahkan jika bisnis ini ia jalankan sudah sejak lama.

Fakta lain yang dijelaskan oleh Henry Chandra yakni selain dirinya yang datangkan beras langsung dari Makasar, kadang ia juga melakukan transaksi di atas kapal Ferry yang singgah di Labuan Bajo. “Kapal Ferry yang masuk mereka inikan bawa beras dan kita beli disitu. Kita beli dari kapal kapal itu,” ujarnya. (*/Rio)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya