Menjamur Caffe di Bali, Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba. Ini Jawaban Koster

28/05/2024 03:52
Array
Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster di wawancari pers usia memberikan kuliah umum di kampus Primakara University (Foto/Roland)
banner-single

DENPASAR – Jurnalbali.com-

Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyinggung kondisi pariwisata Bali dalam pidatonya pada Rakernas ke-V PDIP dengan menyebut kondisi pariwisata Bali yang tidak terukur. Selain itu, Megawati juga menyinggung banyak kafe yang dibiarkan dan menjadi sarang narkoba di Bali.
Sementara itu, Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster menanggapi singgungan Megawati tersebut. Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDIP Bali mengakui jika Bali memang harus menata ulang pariwisatanya. Hal tersebut disampaikannya saat di wawancarai seusai memberikan kuliah umum di kampus Primakara University 28 Mei 2024.

—————-


“Pariwisata Bali memang harus ditata, memang sudah ada perda, sudah ada pilgub tata kelola pariwisata tetapi belum bisa ditetapkan kemarin karena kita kan baru berakhir covid. Pariwisata mati selama kurang kebih tiga tahun. Baru juga mulai pulih. Kalau di saat baru pulih itu kita kontrol terlalu ketat kan nanti tidak bisa pulih pariwisata,” ujar Koster.

Ia juga menyampaikan kedepannya pariwisata ini harus lebih di tata lagi. Agar pariwisata yang sesuai dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat.

Koster juga menanggapi kritikan ketua umum PDIP itu terkait kafe di Bali yang sudah menjamur dan menurutnya justru menjadi sarang narkoba. Terkait itu Koster menjelaskan akan berkoordinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Ini harus dikoordinasikan karena kewenangan itu ada di Kabupaten/Kota. Semua yang berkaitan dengan hotel, restoran, itu perizinannya di Kabupaten/Kota. Maka ke depan harus ada regulasi, kemudian juga kebijakan. Kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Terutama daerah-daerah yang padat wisatawannya. Sudah tumbuh menjamur caffe dan bahkan di salahgunakan untuk kepentingan yang tidak baik. Saya kira ini harus di kendalikan,” jelasnya.

Baca Juga :   Jika Pariwisata Terpuruk, Kamanakah Pembangunan Bali Berpijak?

Sebelumnya, Megawati menyinggung kondisi pariwisata Bali yang disebutnya tidak terukur. Hal tersebut dinilainya justru berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat lokal yang disebutnya mulai kekurangan air.

“Bali ini lama-lama ini udah mulai greneng-greneng kekurangan air, karena orang pulaunya segitu, maunya terus selalu alasannya itu tourism. Turisme-turisme boleh, tapi kan terukur dengan kecil pulaunya,” tutur Megawati

 

Penulis||Roland||Editor||Restin

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya