Baru Saja PHO, Ruas Jalan Hotmix Perak-Beamese Rusak Parah

25/02/2022 07:15
Ruas jalan yang sudah rusak. (FOTO/Eks)
banner-single

RUTENG, Jurnalbali.com –

Pekerjaan hotmix Perak-Beamese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan PT. Safari tahun 2021 lalu dipertanyakan kualitasnya. Pasalnya, lapisan aspal butas/hotmix yang baru dikerjakan akhir 2021 itu kini terlihat rusak parah dan memprihatinkan.

————————-

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini proyek jalan sepanjang dua (2) kilometer lebih ini dikerjakan dengan anggaran senilai Rp 7 miliar bersumber dari dana hibah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai. kini Badan jalan sudah mulai rusak parah.

Pantauan media ini, Rabu (23/2), jalan hotmix itu terlihat seperti bangunan jalan aspal lapisan pengerat (Lapen) karena terlihat dikerjakan asal jadi. Standar atau mutu pekerjaan pun menjadi tanda tanya. Tampak ada titik jalan yang sudah rusak dan berbentuk garis retak panjang di badan jalan.

Kerusakan itu diduga kuat akibat dari penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. Padahal sesuai perencanaan, usia pekerjaan itu dapat bertahan lama selama beberapa tahun kedepan.

Target usia itu ternyata tidak mampu dijawab oleh hasil pekerjaan dari PT. Safari itu. Untuk menutupi kerusakan itu, pihak kontraktor pelaksana PT Safari berusaha menutup retakan aspal itu dengan tambal sulam pada setiap titik yang mengalami kerusakan. Bahkan sebagian lubang dibiarkan menganga begitu saja dan tidak diperhatikan.

Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir kepada media ini, Jumat (25/2) menuturkan, kerusakan ruas jalan hotmix untuk ruas jalan Perak-Beamese itu merupakan tanggung jawab pihak pelaksana proyek yakni PT. Safari Pasalnya, Proyek tersebut baru selesai dikerjakan akhir 2021 lalu dengan target usia pekerjaan beberapa tahun lamanya. Sayangnya, usia proyek jalan itu baru di PHO kondisinya sudah memprihatinkan.

Baca Juga :   Gubernur Koster Siap Hadiri Puncak HPN 2021 Virtual dari Jaya Sabha

“Pihak kontraktor mestinya bertanggungjawab untuk kerusakan ruas jalan itu. Harus segera melakukan perbaikan bilamana ada beberapa titik kerusakan,” tutur Agustinus.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Stef Konjong belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan tersebut

Ketika media ini menanyakan informasi proyek tersebut melalui pesan whatsApp pada, Kamis (24/2) kemaren, ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang bersama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). ia juga menyuruh wartawan media ini untuk ketemu langsung dengan rekanan/kontraktor pelaksana proyek tersebut.

“Adik ite langsung ke sana dulu ya, ketemu kontraktornya, saya lagi bersama BPK,” terang Stef kepada media ini saat konfirmasi pada, Kamis (24/2) terkait kerusakan proyek yang baru PHO itu,’ ujarnya. (*/Eks)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya