SDG Open Hack Bali Gait Masyarakat Cari Solusi Masalah Pengelolaan Sampah

01/08/2022 06:53
Peserta SDG Open Hack Bali. (29/07/2022). (FOTO/Ist)
banner-single

JIMBARAN,Jurnalbali.com – 

Orang awam mungkin tidak terlalu familiar dengan istilah hackathon. Mengutip dari Rasmussen.edu, hackathon adalah acara yang mengumpulkan para programmer perangkat lunak untuk berkolaborasi dan mengerjakan suatu proyek dalam waktu yang singkat.

—————–

Hackathon biasanya dilakukan dalam waktu singkat, biasanya satu proyek dilakukan dalam waktu 24 jam di akhir pekan. Peserta dari hackathon melakukan acara ini tanpa tidur karena tak jarang pekan retas ini menggunakan konsep kompetisi. Seperti kompetisi membuat prototipe aplikasi perangkat lunak berupa web maupun aplikasi.

Tak hanya dapat merancang dan berkolaborasi dengan programmer lain, dalam hackathon juga dapat memberi kepuasan pada pesertanya untuk menciptakan produk selama hackathon. Peserta juga akan mempresentasikan hasil karyanya, tak jarang sponsor yang biasanya dari perusahaan teknologi akan memberikan hadiah.

SDG Open Hack Bali adalah hackathon pertama yang pernah diselenggarakan di Bali.

Adapun acara yang mengusung tema bertajuk “Tackling Waste Management in Bali Through Innovation,” tersebut diselenggarakan di Jimbaran Hub yang berlokasi di Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang berlangsung mulai dari tanggal 29 sampai 31 Juli 2022.

Acara tersebut diikuti peserta dari latar belakang yang beragam, beberapa diantaranya memiliki latarbelakang  seperti mahasiswa, aktivitis, karyawan, dan organisasi.

United Nations Institute for Training and Research, Afroditi Anastasaki dari bagian edukasi beranggapan bahwa Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan dan sosial terbesar saat ini, mempengaruhi perekonomian.

Sehingga acara itu diadakan untuk membuka ruang bereksperimen dalam mencari solusi bagi problema yang terjadi pada keseharian masyarakat lokal di Bali terlebih dalam permasalahan pengelolaan sampahnya.

“Untuk pertama kalinya, SDG Open Hack Bali membuka ruang untuk komunitas lokal, serta peranan anak muda untuk menjembatani, dan mengatasi keperluan mereka untuk menghasilkan solusi praktis tentang edukasi pengelolaan sampah.” ucap Afroditi Anastasaki, UNITAR, Jimbaran, 29 Juli 2022.

Baca Juga :   Percepat Recovery Pariwisata, Wagub Usulkan Pinjaman Lunak ke Pemerintah Pusat

Hackathon ini bertujuan untuk mewujudkan interaksi tiga ranah manusia, alam, dan leluhur yang mengambil filosofi tradisional di Bali yaitu konsep Tri Hita Karana, dengan menempatkan komunitas lokal Bali sebagai pusatnya.

Nilai-nilai kerukunan itu diharapkan dapat diterapkan dalam proses bekerja secara kolektif untuk sebuah solusi, dan juga untuk diintegrasikan ke dalam solusi itu  sendiri, yang pada akhirnya harus inklusif dan seimbang untuk kesejahteraan masyarakat.

Presiden Open Geneva menyebutkan bebera element yang berperan dalam merealisasikan Acara SDG Open Hack si Bali, antara lain terdapat UNIGE, UNITAR, GTI, Open Geneva, Meaningful Design Group, dan Jimbaran Hub.

“SDG Open Hack Bali adalah salah satu dari 10 hackathon di Asia dan merupakan proyek kerjasama antara University of Geneva (UNIGE), The United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), Geneva Tsinghua Initiative (GTI), Open Geneva, dan mitra local. Meaningful Design Group, dan Jimbaran Hub. Ini tidak akan terjadi tanpa dukungan dari Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC),” tutur Dr. Thomas Maillart, professor dari University of Geneva.

Adapun nantinya setelah terdapat tiga ide gagasan terbaik akan dipilih pada hari terakhir hackathon, dan akan mendapatkan mentoring khusus dari Meaningful Design Group sehingga menghasilkan dampak yang lebih masif.

Dr. Putu Agung Prianta B.Eng. (Hons)., M.A. CEO dari Jimbaran Hijau Group selaku salah satu orang yang menginisiasi topik dalam acara itu mengatakan bahwa hasil dari event hackathon SDG Open Hack Bali ini akan memiliki peluang untuk mengikuti event-event mendatang lainnya.

“Idealnya, inisiasi yang dihasilkan dari hackathon ini berpeluang untuk ditingkatkan lebih lanjut di event-event mendatang seperti Bali Fab Fest pada 12-22 Oktober 2022 yang akan diselenggarakan bersama dengan Fab Foundation, Fab City, The Center for Bits and Atoms Massachusetts Institute of Technology, dan Jimbaran Hub,” ujar Dr. Putu Agung Prianta.(*/BK)

Baca Juga :   Tower Setinggi 115 meter, Pada Ketinggian 1.521 meter dari Permukaan Laut di Desa Pegayaman Mulai Dibangun

Penulis|Gilbert Kurniawan Oja|Editor|Edo

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya