Titik Kordinat Hilangnya KRI Nanggala Ditemukan Dekat Pelabuhan Celukan Bawang

24/04/2021 03:58
Kapal selam milik TNI AL KRI Nanggala 402
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Setelah melalui upaya pencarian panjang dan berhari-hari, Kapal Selam Manggala 402 milik TNI AL kini membawa kabar baik. Titik kordinat hilangnya Kapal selam berbobot 1000 ton lebih itu sudah ditemukan di sebuah kedalaman perairan laut Utara Bali, tepatnya pada jarak 25 mil atau 40 km dari pelabuhan Celukan Bawang Buleleng pada Jumat 23/4/2021.

Seperti dikutip detik.com, Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad menyatakan, lokasi KRI Nanggala sudah terdeteksi. Diperkirakan, kapal selam yang hilang kontak itu tenggelam di dekat Celukan Bawang, perairan Bali utara. Indikasi tersebut didukung dengan temuan tumpahan minyak dan daya magnet yang cukup besar. “Sudah mulai terdeteksi di daerah tersebut, sehingga sekarang sedang dilaksanakan terus pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan semua peralatan yang ada,” ungkap Achmad Riad, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (23/4/2021).

Sementara, hingga Jumat sore, lokasi pencarian tersebar di sembilan titik. Salah satunya adalah lokasi temuan tumpahan minyak dan daya magnet sangat kuat. “Sembilan titik tersebar radiusnya 23 nautical mile (NM), kurang lebih mungkin sekitar 10 NM luasan,” jelasnya.

Ahmad Riad juga memastikan, perizinan bantuan kapal dari luar negeri juga sudah terselesaikan. Di antaranya kapal Poseidon dari Amerika Serikat dan juga HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia. “Kapal Poseidon Amerika Serikat dan kapal Australia sudah approve. Jadi semuanya sudah clear,” terangnya.

Achmad Riad menyatakan, upaya pencarian KRI Nanggala 402 dilakukan dengan sangat optimal dan kini total sudah 21 kapal dikerahkan ditambah bantuan dari negara-negara sahabat. Hal itu dikarenakan ketahanan oksigen dalam KRI Nanggala saat kondisi blackout bisa bertahan sampai dengan 72 jam. Dengan demikian, kadar oksigen untuk 53 personil di dalamnya, hanya bisa bertahan sampai dengan Sabtu (24/4) pukul 03.00 WIB.

Artinya, pencarian saat ini tengah berpacu dengan waktu. “KRI yang dikerahkan pada proses pencarian disebutkan ada 21 KRI termasuk KRI Alugoro. jadi total jumlahnya 21 KRI. Kalau pun nanti, bisa ada penambahan,” kata Achmad Riad.

Disinggung mengenai tindakan yang akan dilakukan jika KRI Nanggala 402 belum ditemukan sampai batas waktu ketahanan oksigen berakhir, Ahmad Riyad belum bisa memberikan penjelasannya. Pihaknya juga menegaskan tidak ingin berspekulasi terkait hal itu. “Kami akan maksimalkan pencarian, yang terpenting kami terus berusaha,” tegas Riad.

Pencarian ini juga langsung dimonitor Kepala Staf Angkatan Laut Laksaman TNI Yudo Margono di KRI Soeharso. Disusul Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Jika KRI Rigel sudah merapat, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memantau langsung dari KRI Rigel. “Seperti pencarian Sriwijaya Air yang jatuh ke laut, yang dapat dilihat ada sonar bawah laut,” kata dia. “Hasilnya seperti apa nantinya, semoga dapat memberikan gambaran yang jelas,” pungkasnya. (*Bil/DTC)

Baca Juga :   Setelah Praktek Pijat Plus Terungkap, Pol PP Mabar Segera Sidak

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya