LSPR Bagikan Pengetahuan Kepemimpinan Melalui Internasional Leadership Conference

04/06/2022 10:43
Presiden ASEAN PR Network dan CEO & Founder of Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Dr. (H.C.). Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR. (FOTO/BK-KING)
banner-single

DENPASAR,Jurnalbali.com

Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR gandeng Asean Public Relations Network (APRN) dan Internasional Leadership Association gelar Internasional Leadership Conference di Bali. Acara tersebut dilaksanakan, Sabtu (4/6/2022) secara Hybrid (Langsung dan Virtual) di Hotel Trans Resort, Seminyak, Bali.

—————

Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber-narasumber dari berbagai Negara untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman tentang kepemimpinan dan komunikasi.

Disela-sela pertemuan, Presiden ASEAN PR Network dan CEO & Founder of Institut

Komunikasi dan Bisnis LSPR, Ibu Dr. (H.C.). Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR menjelaskan bahwa pertemuan ini dilaksakan dengan maksud memperkuat benih-benih kepemimpinan di ASEAN.

“Leadership dimana-mana sedang menjadi topik yang sangat penting, karena apapun kegiatan yang dilaksanakan pasti akan membutuhkan pemahaman leadership. Dalam kegiatan ini saya mengandeng teman-teman di ASEAN untuk sama-sama mempelajari bagaimana pengalaman Leader-Leader di Indonesia, Malaysia,Vietnam, Philipin, Singapura. Tentu yang kita harapkan adalah untuk memperoleh kelebihan yang dimiliki masing-masing pemimpin,” ujarnya.

Disitu pula ia mengatakan, kemampuan Leadership sangat penting untuk dipelajari karena dalam mempelajari Leadership tidaklah mudah. Diperlukan beberapa pengetahuan dasar sebagai landasan utama untuk menjadi seorang leader.

“Untuk mempelajari Leadership pertama-tama harus disiplin. Kedua harus memiliki komitmen yang tinggi, seperti bisa menepati janji, harus memiliki keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik,’ ujarnya.

Dijelaskan, Leader zaman sekarang harus mampu berkolaborasi. Tidak ada orang yang bisa pintar sendiri, tidak ada orang yang bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri. Semua itu harus bisa dikerjakan bersama-sama.

Hal-hal dasar seperti itu juga harus diajarkan, karena terkadang ada orang-orang yang mampu pintar sendiri tetapi tidak bisa berkolaborasi.

‘Terakhir seorang leader itu harus belajar bertanggungjawab atas segala hal yang dilakukan organisasi atau kelompoknya. Leader-leader harus memiliki kualitas seperti itu,” ungkapnya.

Baca Juga :   SMSI Bali Berharap Rapimnas SMSI Putuskan Sikap Tolak 12 Pasal Krusial RUU KUHP

Selain itu ia menyampaikan, bahwa belajar Leadership bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga di rumah. Ia mengakui, peran orangtua sangatlah penting untuk memberikan gambaran tentang bagaimana berprilaku sebagai seorang Leader.

“Leadership di Indonesia itu dimulai dari rumah. Biasanya sewaktu kecil orangtua sering mengatakan kepada anaknya, ibu mau keluar jaga adikmu ya, tolong bereskan rumah juga,’ ujar Prita memberi contoh.

Dikatakannya, ketika orang tua dating, barulah dilihat benar tidak tugas yang diberikan itu. Dijalankan atau tidak. Nah, apabila tugas-tugas dijalankan artinya anak tersebut sudah bisa mengontrol dirinya, mengerjakan tugas tersebut sesuai intruksi dan keinginan.

‘Jadi pada intinya leader itu harus mempunyai visi, harus punya keinginan untuk menggapai apa yang diinginkan masyarakat luas. Bukan hanya keinginannya sendiri,” tegas Prita.

Internasional Leadership Conference yang diselenggarakan di Bali tersebut dirahkan pada dua tujuan utama.

Pertama, yaitu tentang kepemimpinan perempuan. Bahwa Pemimpin perempuan adalah Ibu. Di rumah, seorang ibu harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, yakni pintar memanajement waktu, hubungan, dan keuangan, sehingga secara tidak langsung anak-anaknya bisa terisinspirasi dan akan memiliki keperibadian pemimpin yang baik juga.

Kedua, mengawal anak-anak muda untuk bisa menjadi pemimpin, dengan memberikan pendidikan secara disiplin, serta melatih komitmentnya.

Setelah panjang lebar berbicara mengenai Leadership, Presiden ASEAN PR Network dan CEO & Founder of Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR ini mengakiri pembicaraan dengan menyampaikan harapannya kepada pemuda dan pemudi, baik Mahasiswa ataupun Pelajar yang akan menjadi leader-leader baru di generasi mendatang.

Ia contohkan, ketua kelas, Ketua BEM, Presiden Mahasiswa, Ketua organisasi pemuda dan pemudi, merupakan salah satu langkah awal untuk belajar kepemimpinan. Menjadi pemimpin harus bisa menginfluence orang lain untuk mengikuti konsep yang dia miliki.

Baca Juga :   Wali Kota Jaya Negara Berikan Tali Kasih 10 Juta untuk Korban Bencana NTT

Ia juga tegaskan, seorang pemimpin harus selalu optimis serta mampu memikirkan cara-cara strategis untuk mencapai tujuan yang diinginkan ketika timnya merasa pesimis.

‘Untuk bisa membangkitkan kepercayaan tim adalah dengan cara mempersuasif pemikiran tim yang dipimpinnya, agar Bersama-sama bisa saling memberikan support baik dari segi pemikiran ataupun tenaga. Jadi leader yang baik itu bisa menularkan kepintaran dan kebaikannya kepada orang-orang yang dipimpinnya,” pungkas Prita. (*/BK-KING)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya