Gelar Literasi Maraton Sepanjang Flores, Stafanus Gandi dan Paranneal Institute Dapat Penghargaan LEPRID Jakarta

29/01/2022 01:17
Piagam Penghargaan LEPRID (FOTO/Ist)
banner-single

LABUAN BAJO Jurnalbali.com

Belum pernah terjadi di daratan Pulau Flores, ada Lembaga swasta yang melakukan literasi secara beruntun mulai dari gerbang barat Manggarai Barat hingga gerbang timur Flores, di Kabupaten Flores Timur, tepatnya di Kota Renha Larantuka.

—————————

Tetapi dua Lembaga yakni Stefanus Gandi ( SG ) Institute, milik pengusaha muda asal Lembor Manggarai Barat, Stefanus Gandi dan Paranneal Institute melakukan hal yang langka tersebut.

Didukung Tabloid Harian Tani, tim literasi dari dua Lembaga ini bergerak dari kota Pariwisata Premium Labuan Bajo, masuk Kota cemara Ruteng, lalu merangsek ke Kota dingin Bajawa, lanjut ke Kota Pengasingan Soekarno di Ende, tembus kota pencetak imam Katolik Maumere dan berujung di Kota Renha Larantuka.

Penetrasi kegiatan literasi yang melambungkan nama pengusaha muda dan pengamat kebijkan public Stefanus Gandi dan sekretaris eksekutif Paranneal Institute, Dr. Marianus Mantovanny Tapung ini tak luput dari incaran Lembaga Prestasi Indonesia Dunia ( LEPRID) Jakarta.

Dua Lembaga ini pun akhirnya mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia ( LEPRID) Jakarta.

Penghargaan itu diberikan pada literasi pamungkas di Seminari Yohanes Paulus II Loyola Labuan Bajo, pada Jumat 28 Januari 2022 di Aula Seminari Yohanes Paulus II Loyola Labuan Bajo secara virtual.

Piagam penghargaan tersebut diberikan kepada Stefanus Gandi selaku direktur SG Institute   dengan No. 719 P.  LEPRID/1/2022 atas prestasi Rekor Pemrakarsa dan Narasumber Road Show Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital Secara Maraton selama 14 hari di 14 tempat di satu Pulau ( 14-28 Januari 2022).

Piagam penghargaan tersebut ditandatangani lansung oleh Ketua Umum dan Pendiri LEPRID Paulus Pangka, SH dan ditetapkan di Semarang, Indonesia, 2022.

Baca Juga :   Mengaku Tak Tahu SK Pengalihan Aset Pemda di Batu Cermin, Ini Penjelasan Mateus Hamsi

Untuk diketahui SG Institut sendiri sedang menggemakan literasi dan misi kemanusiaan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya di bawah wilayah kewenangan Keuskupan Ruteng.

Kegiatan untuk menggemakan literasi dan misi kemanusiaan tersebut menggandeng Perennial Institut, Koran Tani, dan lembaga-lembaga yang dikunjungi, dengan cara road show di Pulau Flores, mulai dari Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat hingga Larantuka Flores Timur.

Road show bertajuk ‘gemakan literasi dan kemanusiaan’ tersebut menyasar kelompok orang muda di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi lintas Flores. Setidaknya ada lima (6) seminari di Pulau Flores yang menjadi sasaran road show literasi dan kemanusiaan ini.

Kelimanya yakni, Seminari Pius XII Kisol pada 20 Januari, Seminari St. Paulus KPA Mataloko pada 21 Januari, Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu pada 21 Januari, Seminari Menengah St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere pada 24 Januari, Seminari Menengah Hokeng pada 25 Januari, dan Seminari Tinggi Ledalero dan Retapiret pada 24 Januari.

Tidak hanya itu, dalam program tersebut juga menyasar pada lima (5) kampus. Kelimanya, yakni Unika St. Paulus Ruteng pada 18-19 Januari, Sekolah Tinggi Pertanian Ngada pada 21 Januari, Sekolah Tinggi Pastoral Akmaresa Ende pada 22 Januari, Unipa Indonesia Maumere pada 25 Januari, dan Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka pada 26 Januari, serta satu SMK yakni SMK Swakarsa Ruteng pada 17 Januari dan terakhir melaksanakan kegiatan di SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo. (*/Robi)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya