Puluhan Perupa Kondang Bali, Ikuti Pameran Bidadari Art Space Ubud

16/02/2021 03:17
Array
Budayawan Jean Couteau, didampingi pemilik Bidadari Art Space Hiromi Wada dan Made Sudiana saat pembukaan pameran
banner-single
Baca Juga :   7.715 Orang Ikuti Seleksi PIP Denpasar, Bersiap Dapat Bantuan Stimulus 1,5 Juta
Baca Juga :   Hari Pertama PPKM Skala Mikro, Polisi dan Pecalang Patroli Prokes

GIANYAR Jurnal Bali.com-

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat para seniman untuk terus berkarya. Kendati ekonomi terpuruk akibat pandemi, para perupa justru tetap produktif menggali ide-ide baru, diwujudkan dalam karya rupa. Demikian juga pemilik galeri tetap berupaya menjaga atmosfir seni rupa dengan membantu memamerkan karya para perupa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

Semangat berkarya yang tinggi itu dapat disaksikan dalam pameran bertajuk ‘’Move On’’ di Bidadari Art Space, Mas-Ubud yang berkolaborasi dengan Lepud Art Management.

Pameran dibuka budayawan Jean Couteau, didampingi pemilik Bidadari Art Space Hiromi Wada dan Made Sudiana, berlangsung 13 Februari hingga 13 Maret 2021 mendatang.

Pameran yang diikuti 27 orang perupa itu tetap menerapkan prokes ketat, yaitu memakai masker, menjaga jarak atau mengindari kerumunan dan mencuci tangan. Para pelukis yang terlibat adalah Made Wiradana, Kadek Armika, Nyoman Sujana Kenyem, Romi Sukadana, Anyon Muliastra, Dedy Reru, Loka Suara, Wijaya Sutha, Duatmika Bodrex, Made Arya Palguna, I Ketut Tenang, I Wayan Sudarna Putra, Made Suparta Wijaya, I Made Subrata, I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Ito Joyo Atmojo, I Ketut Suwidiarta, Made “Kaek” Dharma Susila, Putu Bonuz Sudiana, Teguh Ritma Iman, I Made Dolar Astawa, I Kadek Susila Dwiyana, Ponk Hantaguna, Nyoman Adiana, Kamau Abayomi, Handy Saputra dan I Gede Made Surya Darma.

Makna Tema Move On

Owner Bidadari Art Space,  Hiromi Wada menyambut baik pameran MoVe On ini. Baginya “move on” penting dilakukan pada masa pandemi. Move on, bermakna terus bergerak,  terus berubah, tidak kekal. Ketidakkekalan menempati inti pemikiran Buddha dan merupakan norma di dunia. Semuanya terus berubah. Pandemi ini telah mendorong transisi besar bagi semua orang, termasuk mereka yang mencari nafkah pada seni.

Sementara itu I Gede Made Surya Darma, Founder Lepud Art Management menyampaikan, pada masa pandemi ini tentu semua pihak merasakan kegelisahan dan kekhawatiran yang sama, entah kapan kondisi pelik ini berakhir. Lepud Art Management mencoba berbagi cerita dalam karya seni tentang kegelisahan kawan-kawan seniman melalui pameran seni rupa bertema “Move On” ini.

Tema itu diambil untuk mengajak kita semua, para seniman dan penikmat seni, agar bangkit dari keterpurukan di masa pandemi ini. Dengan kemajuan teknologi, kita mencoba beradaptasi dengan keadaan. Dengan adanya pandemi ini, kita saling berbagi cerita, dalam kegiatan kesenian.

‘’Berbekal pengalaman membuat festival dan pameran senirupa, kami hadir bergandengan tangan dengan semua pihak untuk menjaga atmosfir berkesenian. Kali ini kami bergandengan tangan dengan Bidadari Art Space. */Bil

 

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya