Percepat Pemulihan Pariwisata, Kemenparekraf Akan Terapkan Travel Bubble di Bali

13/02/2021 01:20
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Solahudin Uno
banner-single

DENPASAR Jurnal Bali –

Sejak memutuskan untuk berkantor di Bali beberapa hari dalam seminggu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Solahudin Uno banyak merancang kebijakan yang ujungnya tak lain adalah menyelamatkan pariwisata Bali yang kian terpuruk akibat pandemi covid-19 yang sudah hampir setahun mendera negara Indonesia tak terkecuali Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi. Ada konsep Free Covid-19 Corridor untuk turis masuk Bali yang masih digodok Kemenparekraf, ada konsep pinjaman lunak kepada para pelaku usaha pariwisata yang tengah dikaji dan terbaru, adalah  konsep travel bubble di Bali.

 

Terkait konsep travel bubble di Bali ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berniat mempercepat pelaksanaannya. Rencana itu tengah dimatangkan bersama Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, serta Ketua Satgas Penanganan Covid-19. “Sekitar bulan Maret kami akan rapat Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kementerian Hukum dan HAM dan juga Pemerintah Daerah, ini sedang kami koordinasikan. Ya dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita harus  mewujudkan dan merealisasikan travel bubble,” jelas Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pantai Pandawa Kamis 11 Februari 2021. 

Travel bubble adalah pembukaan zona batas lintas negara yang memungkinkan warganya bepergian asal tidak melampaui area yang sudah ditetapkan. Konsep travel bubble ini dibatasi oleh destinasi yang artinya turis hanya dapat menyambangi kota-kota yang sudah ditentukan. Untuk mempercepat travel bubble, Sandiaga telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Pemerintah Provinsi Bali. Sandiaga menyebut travel bubble akan mengusung konsep free covid corridors atau koridor bebas Covid-19.

Syarat Travel Bubble 

Salah satu syarat membuka perbatasan Bali bagi turis asing adalah wisatawan harus sudah menerima vaksin Covid-19. Sebagai persiapan, Sandiaga meminta pelaku usaha pariwisata disiplin menerapkan protokol clean, healthy, safety and environtment sustainability atau CHSE.

Baca Juga :   Dana Kompensasi 209 THL di Matim Segara Cair, Ini Persyaratannya

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berharap pada 2021, perekonomian Pulau Dewata beranjak menuju pemulihan melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. “Harus kita pastikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini bertahan dan justru bisa menangkap peluang untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Di samping itu, untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, Sandiaga memastikan pemerintah akan menyalurkan stimulus baik yang berupa kredit ringan maupun program padat karya.  Ia juga berharap pelaku usaha di sektor tersebut memproleh prioritas vaksinasi.

Sementara itu, Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani seperti dilansir tempo.co 12 Februari 2021, berharap kebijakan travel bubble Bali dapat diterapkan dalam waktu cepat. Sebab, lewat travel bubble, program seperti work from Bali atau school from Bali dapat segera dieksekusi oleh pelaku usaha.”Karena program ini sudah kami siapkan underline-nya dalam hal ini penerbangan. Jadi diharapkan ini juga bisa quick win tergantung kepada kepada kecepatan teman-teman di Bali untuk segera mengeksekusinya,” ujar Haryadi. */Bil

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya