Tragedi ‘Monang Maning Berdarah’ Polisi Tangkap Pelaku Wayan S

24/07/2021 03:08
Korban pembunuhan dievakuasi dari TKP (FOTO/Ist)
banner-single

DENPASAR Jurnalbali.com

Tragedi perkelahian antara debkolektor dan debitur yang berakir dengan pembunuhan dan jatuh korban bernama Gede Budiarsana di jalan Subur Monang Maning Denpasar, Jumat 23 Juli 2021 berujung di kantor Polisi.

 

Hanya berselang beberapa jam setelah tragedy berdarah tersebut, tersangka pelaku yakni Wayan S dibekuk Polisi dan langsung ditahan di Mapolresta Denpasar.

Ia diamankan beserta beberapa barang bukti antara lain sebilah parang yang digunakan untuk menebas bagian kepala dan leher korban hingga terkapar di atas aspal dan tewas bersimbah darah seketika itu juga.

 

Wayan S, pelaku pembunuhan yang menewaskan Gede Budiarsana di Jalan Gunung Rinjani, Banjar Sanga Agung, Monang Maning, Denpasar Barat akhirnya ditangkap, digiring ke Mapolresta Denpasar oleh sejumlah anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar sesaat setelah peristiwa berdarah itu berlalu.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, Jumat (23/7) malam menegaskan, peristiwa tersebut bukan perkelahian antara Ormas. Peristiwa berdarah tersebut murni pertikaian maut antara peribadi korban dan pelaku.

“Ini bukan antara ormas seperti yang diberitakan beberapa media beberapa jam setelah kejadian. Ini antara debitur dengan kreditur. Masalah tarik finance. Antara pihak finence dan debitur,” ujar Kompol Mikael.

Sebelumnya, beberapa media online memang memberitakan bahwa perkelahian yang berujung kematian tragis tersebut adalah pertikaian antar debkolektor yang kebetulan berbeda suku, yakni suku Bali dan suku Ambon. Namun Polisi membantah.

‘Saya perlu klarifikasi karena jika disebutkan pertikaian antar suku, sangat rawan. Itu bukan antar suku. Pelakunya bukan orang Ambon, tapi orang Bali berinisial Wayan S. Sedangkan korbannya juga orang Bali. Jadi bukan antar suku ya,”tegas Kompol Mikael.

Lebih lanjut, kata Kompol Mikael, penangkapan terhadap Wayan S, karena polisi menemukan fakta. “Dia (Wayan S) yang pegang parang,  dia juga yang tebas kepala dan tebas tangan korban,”ungkap Kompol Mikael.

Baca Juga :   Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah API 2021, Ini Alasan Kementrian Pariwisata

Sementara itu, saat disinggung terkait adanya tersangka lain, Kompol Mikael mengaku jika saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi. “Jumlah saksi masih banyak. Sementara yang kami amankan pelaku utamanya satu orang. Orang Bali,” tandas Kompol Mikael. (*/Bil)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya