Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Cari Solusi Jadikan Bali Merdeka Sampah

22/08/2022 11:47
Suasana Work Shop dan deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah yang berlangsung di Quest San Hotel, Jalan Marhendradrata Denpasar. (FOTO/BK)
banner-single

DENPASAR,Jurnalbali.com – Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) resmi dideklarasikan di Hotel Ques San, Jalan Marhaendra Drata Denpasar pada Senin 22 Agustus 2022. Deklarasi komunitas jurnalis peduli sampah Bali ini dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace.

Komunitas jurnalis yang telah resmi didirikan ini merupakan wadah pertama untuk para jurnalis di Provinsi Bali yang peduli terhadap sengkarut problematika sampah yang berkepanjangan di Bali.

Deklarasi J2PS tersebut dirangkaikan dengan Work Shop yang diikuti berbagai elemen masyarakat termasuk belasan wartawan dari beberapa media online maupun cetak dan elektronikl di Kota Denpasar dengan mengambil tema ‘Jurnalis Bangkit Mengawal Sampah Menuju Indonesia Merdeka Sampah’.

Tujuan yang disasar dalam Work Shop tersebut adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan literasi para jurnalis agar lebih paham terhadap regulasi sampah, isu-isu sampah maupun pola kelembagaan dalam pengelolaan persampahan di Bali.

Inisiator J2PS Bali, Agustinus Apollonaris Klas Daton dalam laporannya saat pembukaan acara deklarasi J2PS, menegaskan terdapat lima point komitmen yang dimiliki J2PS, yaitu :

Pertama, menjaga kesecian dan keharmonisan alam Bali dengan melakukan edukasi kepada seluruh stakeholder yang bertanggung jawab kepada pengelolaan sampah.

Kedua, mendorong pengelolaan sampah yang berbasis circular economy untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Ketiga, bersinergi dengan semua stakeholder untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan yang menghasilkan sumber daya energi baru.

Keempat, mengawal implementasi regulasi Undang-Undang nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.
Kelima, mendorong literasi untuk mewujudkan Bali yang berorientasi pada pengelolaan sampah ramah lingkungan berdasarkan spirit Tri Hita Karana.

‘Dengan resmi berdirinya J2PS, kami mengajak lebih banyak lagi rekan-rekan jurnalis yang bergabung, sehingga komunitas ini terus secara berkesinambungan menggemakan edukasi-edukasi permasalahan samapah di Bali melalui karya-karya jurnalistik yang dihasilkan,’ ujar wartawan senior yang saat ini menjabat Redaktur Pelaksana Koran Harian Pos Bali.

Baca Juga :   BEM FH Unud Sukses Daftarkan ‘Lukat Geni’ Sebagai Kekayaan Intelektual

Dalam pelaksanaan work shop yang dirangkaikan dengan deklarasi tersebut hadir 3 narasumber yang terdiri dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia Bali (SMSI Bali), Drs. Emanuel Dewata Oja. Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang, ST. MBA. dan Sustainable Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo sebagai pemantik diskusi tentang persoalan sampah di work shop tersebut.

Dari sudut pandang jurnalis, Emanuel Dewata Oja atau yang dikenal dengan panggilan Edo itu menyebutkan bahwa wartawan/jurnalis memiliki 3 fungsi pers yang bisa digunakan dalam mendukung penanganan sampah, yaitu melalui edukasi, informasi, dan kontrol sosial.

“Yang saya sampaikan tadi kan bagaimana peran wartawan dalam menangani permasalahan sampah di Bali. Sederhana sebenarnya, wartawan-wartawan itu cukup terapkan 4 fungsi pers, yaitu edukasi, informasi, kontrol sosial dan hiburan. Nah, terapkan tiga saja yaitu edukasi, informasi dan kontrol sosial sudah jalan itu. Jadi disitulah peran media sebenarnya kalau mau mendukung persoalan penanganan sampah,” ungkapnya saat di wawancarai usai menjadi nara sumber work shop.

Emanuel yang akrab disapa Edo pun menambahkan bahwa wartawan memiliki peran penting dalam upaya penanganan sampah, terutama terkait fungsi edukasi kepada masyarakat. Tetapi awal dari semua itiu adalah wartawan harus memiliki kesadaran dan kreatif dalam menulis berita tentang sampah. Nah, agar bisa menumbuhkan kesadaran atau self awarnesse, wartawan juga harus punya pengetahuan yang cukup tentang masalah sampah.

“Jurnalis perannya adalah mengedukasi masyarakat bahwa sampah itu berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Hal-hal seperti itu harus terus diberitakan dengan kreatif. Semisal wartawan menemukan orang yang membuang sampah sembarangan, tulis dan beritakan. Sehingga bisa menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat. Kalau itu sering-sering terjadi maka peran para jurnalis itu akan muncul,” ucapnya. (*/BK)

Baca Juga :   Cok Ace Tegaskan, Bali Sudah Siap Buka Pintu Pariwisata Internasional

Penulis|Gilbert Kurniawan Oja|Editor|Edo

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya