Natal dan Perjuangan Pembebasan

25/12/2021 07:19
Ivon Dolorosa (FOTO/Ist)
banner-single

OPINI NATAL

Natal adalah hari raya umat kristiani untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus setiap tahunnya. Makna kelahiran Kristus adalah wujud dari kerendahan hati dan kesederhanaan. Ia lahir dari wanita biasa, dan Ayah seorang tukang kayu, tidak ada yang istimewa dan diistimewakan di hari kelahiran-Nya. Semua tampak apa adanya, alami dan sederhana.

Ada banyak cara untuk bisa merayakan Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Pada 3 Oktober 2020, Paus Fransiskus menandatangani Ensiklik “Fratelli Tutti”, Ensiklik atau surat amanat Paus ini bertujuan untuk mendorong akan rasa persaudaraan dan persahabatan sosial. Pandemi Covid-19 menjadi latar belakang ensiklik ini. Kedaruratan kesehatan global telah menunjukan kepada kita bahwa “tidak seorangpun bisa menghadapi hidup sendirian”.

Melihat situasi nasional dan situasi global hari ini, banyak hal yang akan menjadi bahan refleksi kita bersama bahwasannya sangat banyak penyimpangan dan ketimpangan sosial yang kerap kali terjadi seperti sikap tidak solider terhadap kaum tertindas, belum tercapainya pembebasan rakyat dari kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, rasa takut, rasisme, korupsi, ketidaksamaan hak, perdagangan manusia, perang,depresi ekonomi, bencana alam terjadi dimana-mana, wabah covid-19,dan sebagainya. Namun kehidupan harus berjalan dan terus bergerak dengan peruh harapan akan keadaan yang lebih baik.

Bagaimana Natal akan dirayakan dalam situasi seperti itu?

Kerlap-kerlip pohon terang dan lagu natal kembali bergema di gerja dan di rumah-rumah keluarga kristiani. Tetapi di balik kemeriahan itu apakah kita benar-benar merenungkan makna kelahiran Kristus? Ataukah hanya sekedar beli baju baru dan sepatu baru, liburan, bersalam-salaman, bersukaria, tukar kado, mabuk-mabukan dan hura-hura.

Sadarkah kita akan situasi di sekitar kita?

Di Indonesia, orang miskin adalah orang yang paling sulit dikeluarkan dari lingkaran kemiskinan. Disamping itu, korupsi yang katanya musuh bersama justru semakin merajalela, memiskinkan secara sistematik orang yang tidak berdaya. Natal adalah karya keselamatan Allah maka perlu adanya misi bersama untuk membebaskan manusia dari berbagai penyimpangan dan ketimpangan sosial yang terus lestari. Jadi, Natal dalam arti luas adalah perjuangan pembebasan.

Baca Juga :   Bangun Jalan Menuju Gereja Tanggar Laban Bajo, Ini Sumbangan Dewan Mabar

Marilah pada momen Natal ini kita membenah diri untuk menjadi pewarta kebaikan dalam kesederhanaan sekalipun.

Margasiswa, 23 Desember 2021….. …… Selamat Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

 

Penulis

Ivon Dolorosa.

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya