TVRI Siap Beradaptasi dengan Era Milenial, Manfaatkan Platform Media Sosial untuk Rawat Pemirsa

24/08/2022 09:03
Kepala Stasiun TVRI Bali, Ketut Leneng menerima ucapan selamat dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja. (FOTO/Bil)
banner-single

DENPASAR, Jurnalbali.com – Survei Universitas Mustofa bersama Dewan Pers awal tahun 2022 memperlihatkan penurunan pemirsa televise di Indonesia. Semua Stasiun Televisi mengalaminya, tak terkecuali TVRI. Namun TVRI sigap menghadapi transformasi teknologi dan tren selera pemirsa yang terus berubah. TVRI terus beradaptasi dengan model-model sajian informasi melalui platform-platform media sosial.

————————————————–

Hal itu diungkap Kepala Stasiun TVRI Bali, I Ketut Leneng disela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TVRI ke-60 dan TVRI Bali ke-44, pada Selasa 24 Agustus 2022 di Kantor TVRI Bali.

‘Kita sangat menyadari ada transformasi teknologi yang berimbas pada selera pemirsa yang mulai berpindah ke siaran-siaran streaming. Itu sebabnya sejak beberapa tahun lalu, kami sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan teknologi baru dan SDM baru, yang bisa beradaptasi dengan teknologi,’ ujarnya.

Dikatakan Leneng, dalam rangka penyesuaian diri dengan transformasi teknologi tersebut, TVRI menyiapkan siaran-siaran streaming dengan menggunakan platform Media social seperti youtube, instagram dan platform media social lain. Hal itu dilakukan untuk tetap mengakomodir pemirsa setia TVRI Bali.

‘Lewat beberapa platform media sosial, kita memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat pemirsa TVRI untuk dimudahkan mengakses siaran-siaran TVRI Bali,’ kata Leneng.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi transformasi teknologi global, TVRI Bali terus menyiapkan Sumber Daya Manusia yang selalu terupdate pengetahuan dan skilnya. Apalagi saat ini, TVRI Bali suah miliki Balai Diklat, tempat SDM TVRI Bali, belajar berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi.

‘Para Jurnalis TVRI juga kita latih dan direfresh pengetahuannya, agar mampu menyuguhkan hasil liputan yang edukatif dan kompetitif. Demikian juga kita harapkan dari pelatihan-pelatihan yang kita selenggarakan akan muncul kemasan dan konten-konten siaran yang cerdas, menarik dan dapat disukai pemirsa,’ kata Leneng.

Baca Juga :   Kantor Pajak Denpasar Timur Sinergi dengan Pemkot Denpasar

Terkait TVRI sebagai salah satu stasiun televise penyelenggara Analog Switch Off (ASO), Leneng menjelaskan bahwa TVRI Bali tetap konsisten menjadi penyelenggara ASO sesuai ketentuan Pemerintah.

Dikatakan, penyelenggaraan ASO sebenarnya dibagi dalam tiga tahap. Dan, Bali sebenarnya sudah dimulai. Untuk Bali sebenarnya sudah dimulai 30 April 2022, tetapi kebijakan pemerintah, pelasanaan ASO di seluruh Bali digeser menjadi Agustus.

‘Kita masih menunggu instruksi Pemerintah, apakah akan ada yang di-cut off atau nunggu sekalian terakhir di awal November. Tetapi secara infrastruktur, TVRI Bali sudah siap beralih dari analog ke siaran TV Digital. Kami dengan dua transmisi yang ada yaitu transmisi Bukit Bakung dengan 5 KWH daya pancarnya dan transmisi di Kintamani, sudah bisa menjangkau 75 persen wilayah Bali. Itulah jangkauan siarannya,’ tutup Leneng. (*/E-49)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya