Bawa Program Literasi Politik, Politician Academy Kini Hadir di NTT

20/10/2021 04:50
Array
Direktur Politician Academy (PA) pusat, Bonggas Adhi Chandra saat berkunjung ke Labuan Bajo pada Senin, 18 Oktober 2021 (FOTO/Rio)
banner-single

LABUAN BAJO Jurnalbali.com

Politician Academy, sebuah lembaga konsultan politik yang siap memberikan pendidikan politik bagi para politisi yang hendak bertarung dalam politik Pileg, Pilkada, dan Pilgub. Direktur Politician Academy (PA) pusat, Bonggas Adhi Chandra saat berkunjung ke Labuan Bajo pada Senin, 18 Oktober 2021 menjelaskan bahwa kehadiran Politician Academy (PA) sesungguhnya untuk memperbaiki politik di seluruh daerah di Indonesia.

—————————

Menurutnya, untuk menciptakan kepemimpinan yang baik dan benar maka seorang politisi itu harus dibimbingi dan dididik dengan pola pendekatan politik yang baik juga. Dengan demikian, akan melahirkan pemimpin yang baik dan betul betul menjalankan program program yang merakyat.

Politician Academy sebagai lembaga konsultan politik siap merekrut politisi yang tertarik sebagai klien yang siap dididik dan dibimbing sampai menang bahkan setelah menang, semua program dikawal.

“Politician Academy memiliki nilai lebih dari sekian konsultan politik di Indonesia. Politician Academy hadir untuk membimbingi dan mendampingi para politisi yang hendak bertarung di politik Pileg, Pilkada, dan Pilgub dengan kemenangan yang elegan. Politisi yang berada dibawa bimbingan PA itu akan diberikan pendidikan politik yang baik dan benar. Para politisi ini menang dengan cara yang baik dengan cara yang terhormat,” ujarnya.

Bonggas menjelaskan bahwa kemenangan yang elegan yang dimaksud yakni, Efektif, Legal, Elegan, Gaul, Anti Hoaks, Aplikatif, dan No Hoaks dan No Sara (ELEGAN).

Menurutnya, rusaknya demokrasi di Indonesia tidak terlepas dari peran lembaga konsultan politik.

“Misalnya di daerah yang awalnya politiknya baik baik tiba tiba lembaga konsultaan politik masuk dengan sistem politik uang untuk memperoleh kemenangan. Akhirnya pake politik uang juga untuk menang,” ujarnya.

Dia juga mencontohkan soal riak riak proses politik di Ibu Kota yang memainkan isu sara dan hoaks untuk mencapai kemenangan. “Sumber kesalahan dalam politik DKI ya bagaimana pola pola politik dengan mainkan isu sara agar bisa menang,” ujarnya.

Baca Juga :   Geger Warga Temukan Mortir Sisa Perang di Kebun di Tabanan

Dengan hadirnya PA ini bisa memperbaiki ekosistem politik yang sudah rusak. “Kita (Politician Academy)  mendukung pemimpin yang baik dengan cara yang tidak baik biasanya  bermasalah.

Oleh karena itu kita bikin konsultan politik dengan cara seperti ini. Karena saya pernah membimbing dengan cara yang benar dan hasilnya bagus juga,” ujarnya.

Bonggas menjelaskan bahwa klien politisi yang siap dididik oleh Politician Academy secara politik akan membuat perjanjian.

“Perjanjian PA dengan calon kandidat, kita mengatakan kalau teman teman (politisi) mau maju (dalam politik Pileg, Pilkada, dan Pilgub) kita punya visi dan misi, program-programnya sifatnya kerakyatan. Seperti kartu lansia. Kakek nenek kita harus diberi kartu Lansia. Sebagai kepala daerah harus mampu untuk memberikan itu, beasiswa untuk anak-anak tidak mampu, untuk mencegah stanting, ibu hamil pasti diperhatikan gizinya itu dipikirkan semua,” ujarnya.

“Kalau mau menjadi klien PA, program-program itu harus masuk kedalamnya. Karena ini pertanggung jawaban politik menurut saya. (Kontrol PA) ga sampai berhenti sampai dicoblos kemudian berharap dan hilang. Atau dicoblos dan begitu menang kemudian suksesfee, kalau gagal ya sudah bie bie. PA tidak begitu. PA betul kawal programnya. Pemimpin yang tidak menjalankan tugas dengan baik ya salah satunya ini yakni tanggung jawab dari konsultan politiknya juga,” ujarnya.

“Makanya kalau kami PA boleh agak sombong. Kami memilih klien. Boleh klien memilih konsultan politik tapi ga se-visi ga masalah. Tapi kami yakin dari 548 daerah di Indonesia, Kabupateen Kota dan Provinsi pasti ada orang baik juga  pasti kita bantu dan bimbing dengan cara yang baik pula,” ujarnya.

Bonggas menambahkan bahwa cara kerja PA yakni memberikan pendampingan bagi Caleg, Pilkada, dan Pilgub. Yang kedua yakni program literasi politik seperti  trining-trining kepada caleg-caleg. Kalau konsultan politik yang lain tidak melakukan hal itu.

Baca Juga :   Polda dan Polres Seluruh Bali Dapat Pelatihan Jurnalistik Dari SMSI

‘Banyak Bacaleg yang berkompetisi namun begitu jadi (menang) mereka bingung mau ngapain. Mereka udah duduk tapi bingung, Legislasi itu apa? Baleg itu apa?  Legislasi itu apa? Bahkan mereka tidak tahu cara membuat Undang Undang,” pungkasnya. (*/Rio)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya