Presiden Jokowi Ganti Dua Menteri Kabinet, Ketua Umum Partai Jadi Menteri Baru

15/06/2022 03:36
Presiden Joko Widodo, kembali mereshufle Kabinet. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dilantik di istana negara Jakarta. (FOTO/SA)
banner-single

JAKARTA,Jurnalbali.com – 

Presiden Joko Widodo melantik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

————

Zulkifli menggantikan posisi Muhammad Lutfi yang baru dua tahun menjabat. Sedangkan  Hadi Tjahjanto menggantikan Sofyan Djalil yang sudah malang melintang menjabat sebagai menteri di kabinet Jokowi.

“Melihat rekam jejak pengalaman, terutama skill manajerial,” kata Presiden Jokowi tentang penunjukkan Zulkifli.

Sedangkan alasan penunjukan Hadi Tjahjanto karena sebagai mantan Panglima TNI dinilai menguasai teritori dan kerja di lapangan juga detil. “Urusan sengketa tanah dan urusan sertifikat tanah harus sebanyak-banyaknya diselesaikan,” kata Jokowi.

Pelantikan Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 64P Tahun 2022 tentang Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024 yang ditetapkan pada tanggal 15 Juni 2022.
Zulkifli Hasan merupakan Ketua MPR periode 2014-2019, yang juga saat ini merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi.
Sementara itu, Hadi Tjahjanto merupakan Panglima TNI periode 2017-2021. Ia ditunjuk sebagai Menteri ATR/Kepala BPN menggantikan Sofyan Djalil.
Setelah pembacaan keppres, dilakukan pengambilan sumpah jabatan kepada masing-masing pejabat yang dilantik di hadapan Presiden Jokowi dan disaksikan rohaniwan.
Setelah itu, upacara ditutup dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pemberian selamat kepada para pejabat yang dilantik.
Sementara itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo sudah melalui pertimbangan matang.
“Bukan hal yang tiba-tiba. Dengan pemikiran yang sudah cukup matang dan diskusi yang panjang, Presiden memang memerlukan semacam refreshing dari beberapa menteri dan wakil menteri. Ini dilakukan kenapa pada sekarang? Karena momentumnya dihitung paling pas saat ini,” kata Pramono.
Ia berharap kehadiran menteri dan wakil menteri baru akan memperkuat kabinet yang ada. Secara keseluruhan, menurut dia, sebenarnya dengan pengalaman Presiden yang sudah dua periode, sudah 8 tahun, Presiden cukup memahami persoalan yang ada, termasuk urusan minyak curah, urusan pangan, dan urusan energi.
“Hal itu yang menjadi prioritas. Maka, untuk itu kenapa kemudian ada penyegaran dalam tubuh kabinet,” jelasnya.
Pramono mengatakan bahwa perombakan kabinet untuk membuat kerja kabinet lebih lincah. Apalagi, persoalan pangan dan inflasi saat ini juga telah menjadi persoalan dunia sehingga perombakan diperlukan. (*/SA)

Baca Juga :   Covid-19 Membludak, Sejumlah Wisatawan Sewa Pesawat Jet Pribadi untuk Pulang

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya