Gubernur Koster Ajak Anggota DPRD Bali, Ikut Dorong Petani Bunga Gemitir Berproduksi Tinggi

22/07/2023 02:32
Array
Gubernur Bali, Wayan Koster sampaikan 5 Ranperda danberi pemahaman tentang ide memperluas penanaman bunga Gemitir Bali. (FOTO/JB/Dokumen)
banner-single

DENPASAR, Jurnalbali.com – 

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan satu perkembangan yang baru di sektor pertanian yaitu berhasil membuat terobosan untuk mengembangkan benih bunga gemitir bernama Gemitir Bali Sudamala. Hal itu ia sampaikan saat Rapat Paripurna Ke-31 DPRD provinsi Bali, kamis, 20-7-2023.

————–

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster mengatakan perkembangan di sektor pertanian bunga gemitir ini memberi harapan di masa depan yang baik untuk pertanian di Bali. Karena, dari hasil riset di tahun 2019 akhirnya uji coba penyemaian atau proses bibit tanam gemitir asli Bali berhasil setelah dilakukan penanaman mulai tahun 2020 lalu.

“Dari benih yang saya dorong, diriset pada tahun 2019 yang lalu. Mengapa Saya mendorong penelitian untuk mengembangkan ini, karena saya perlu menyampaikan penggunaan bunga gemitir di Bali itu tinggi sekali,” kata Koster.

Koster menjelaskan setiap tahun, bunga gemitir memerlukan benih dari asosiasi penyemai di Bali, ada 15 penyemai bunga gemitir di Bali, itu dibutuhkan kira-kira 200 sampai 300 kilogram benih. Nilainya, sekitar Rp30 milliar per tahun, dan ternyata benih ini diimpor dari Thailand dan benih bunga gemitir dari Thailand sekali panen langsung mati. Dan petani harus kembali membeli benih impor tersebut.

“Bunga gemitir yang dari Thailand ini sekali panen, itu mati. Sehingga setiap panen itu mati, lalu kita harus beli benih lagi. Jadi saya kira ini politik ekonomi, membuat ketergantungan kepada benih. Ini tidak sehat bagi kita,” jelasnya.

Sehingga, dengan hal itu pihaknya memanggil peneliti dari Universitas Udayana yang bekerjasama dengan Institusi Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan benih baru bunga gemitir Bali. Lalu, diuji coba atau ditanam di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, dan akhirnya berhasil.

Baca Juga :   Ribuan Mahasiswa Und Gelar Sidang Mahasiswa, Tuntut Rektor Unud Segera Diganti

“Mulai riset pada tahun 2020, perlu tiga tahun untuk riset dan risetnya Astungkara berhasil. Sehingga mulai 2022 sudah panen, dan kemarin saya panen raya,” ungkap koster.

Selanjutnya Koster menyampaikan, untuk jumlah perdagangan bunga gemitir di Pulau Dewata mencapai Rp200 miliar per tahun. Hal itu, untuk keperluan upacara keagamaan di Bali dan juga untuk taman dan pertanian serta lainnya.

“Jumlah perdagangan gemitir di Bali itu mencapai Rp200 miliar. Itu untuk keperluan upacara, taman dan sebagainya. Saya kira, kalau ini kita biarkan terus, kita selamanya akan bergantung kepada benih dari luar dan yang akan menikmati nilai ekonominya bukan kita. Karena itulah saya menugaskan peneliti dan berhasil,” ujarnya.

Gubernur Koster, menyatakan rencana menghentikan total impor benih bunga gemitir dari Thailand dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun lagi. Karena, ini masih tahapan uji coba dan kemungkinan tiga tahun lagi setelah masif penanaman bunga gemitir di Bali akan distop impor benih dari Thailand.

“Ini masih tahapan uji coba, saya kira satu tahun lagi sudah masif, atau tiga tahun kita stop impor benih dari Thailand” ujarnya.

Penulis||Chinly||Editor||Edo

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya