Hasil Rapid Test Pengurus PWI Mengejutkan, Ini Penjelasan Ketua Panitia

10/02/2021 01:38
Ketua Panitia Peringatan HPN 2021 Provinsi Bali, Wayan Dira Arsana
banner-single

DENPASAR Jurnal Bali – 

Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 tingkat Provinsi Bali digelar bersamaan dengan puncak peringatan HPN secara nasional yang diikuti secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dari istana Negara Jakarta, Selasa 9 Februari 2021. Pada peringatan tingkat Provinsi Bali, HPN 2021 digelar off line dari Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali pada hari yang sama. Seluruh yang hadir wajib menjalani rapid test antigen sebelum mengikuti acara. 

 

Panitia Peringatan HPN 2021 Provinsi Bali, membagi acara puncak peringatan tersebut dengan membagi waktu. Peringatan HPN tingkat Provinsi Bali digelar tatap muka di Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali. Panitia juga memberi kesempatan kepada seluruh anggota PWI Bali di seluruh Bali untuk mengikuti acara teersebut secara virtual.

Ketua Panitia HPN 2021 tingkat Provinsi Bali, Wayan Dira Arsana menjelasakan, peringatan HPN 2021 yang dilaksanakan di Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jalan Surapati Denpasar hanya diikuti Pengurus Pleno PWI Bali sejumalah 30an orang.

“Kita memang membatasi yang hadir karena protokol kesehatan. Semua yang hadir harus menjalani rapid test antigen yang disediakan di teras gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali. Astungkara (Bersyukurlah) semua yang ikut rapid test antigen hasilnya negative. Aman jadinya,’ ujar Dira Arsana yang tak lain adalah Pemimpin Redaksi Harian Bali Post.

Dari puluhan peserta yang mengikuti rapid test antigen, hasilnya seluruh pengurus PWI dinyatakan negative covid-19. Setelah menjalani rapid test antigen, semua mendapatkan surat keterangan hasil rapid test antigen dengan hasil negative.    

Suasana yang agak istimewa terlihat saat para pengurus PWI Bali melakukan rapid test antigen. Beberapa diantara pengurus memang telah beberapa kali melakukan test antigen, namun mayoritas baru pertama kali menjalani rapid test antigen, dengan cara pengambilan cairan dari hidung.

Baca Juga :   Program 'Desa Wisata Digital' SMSI Bali Disambut Positif Kemenparekraf

“Sebelum test, saya nervous banget. Karena baru kali ini saya ikut test antigen. Takut hasilnya positif juga takut kesakitan saat alat test dimasukin ke dalam lubang hidung. Waktu test memang ada sakit sedikit. Tetapi lega akhirnya karena hasilnya negative,’ ujar salah seorang pengurus. */Bil

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya