Sempat Berhenti, PT. BRL Kembali Lakukan Aktivitas Galian C di Nggoer

19/11/2022 06:05
Aktifitas galian C di Nggoer labuan Bajo. (FOTO/Rio)
banner-single

LABUAN BAJO, Jurnalbali.com –

Sempat berhenti selama satu minggu usai diberitakan, aktivitas galian c yang diduga ilegal milik PT. Bunga Raya Lestari (BRL) di Kali Nggoer, Dusun Lok, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat kembali beroperasi. Hal itu disampaikan oleh salah satu warga Golo Mori bernama Hasim saat ditemui di Labuan Bajo pada Kamis, 17 November 2022.

————-

Ia menjelaskan bahwa material ini diambil oleh PT. BRL untuk pembangunan kawasam ITDC di Lajar, Golo Mori yang digarap oleh PT. Bunga Raya Lestari. Ia menjelaskan bahwa sudah hampir 3 bulan, PT. BRL melakukan aktivitas galian c di Golo Mori.

Pantauan media ini, beberapa waktu lalu masih ada aktivitas galian c di lokasi. Salah satu karyawan yang dijumpai di lokasi yang namanya disamarkan menjelaskan bahwa material yang diambil dibawa ke penampungan di Jarak untuk produksi bathcing plant intuk proyek di kawasan ITDC di Golo Mori. “Kalau material ini dibawa ke penampungan di atas tu untuk bikin batching plant mau bawa ke proyek,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa minggu lalu bos besar PT. BRL, Bambang datang ke lokasi untuk menyelesaikan beberapa urusan. “Bos baru pulang pak. Namanya Pak Bambang. Katanya ada urusan di Bajo sekalian mau pantau proyek di atas tu,” ujarnya.

Sebelumnya, media ini pernah memberitakan soal dugaan aktivitas galian c Ilegal milik PT. BRL di Golo Mori. KNPI Mabar, kubu Hasan juga pada saat itu siap pasang badan untuk tolak aktivitas galian c ilegal di Golo Mori.  Dampak dari pemberitaan itu, PT. BRL sempat menarik semua alat berat di lokasi galian c untuk dibawa ke penampungan material di Jarak. Namun, belakangan ini tiba tiba secara diam diam PT. BRL kembali berulah melakukan aktivitas galian c.

Baca Juga :   Percepat Penanggulangan Covid-19, Kejari Mabar Gelar Vaksin Untuk Masyarakat Labuan Bajo

Sebelumnya diberitakan bahwa PT. Bunga Raya Lestari (BRL) diduga menggunakan material pasir dari galian C ilegal untuk memproduksi batching plant untuk pembangunan di Indonesia Tourism Development Corporasi (ITDC) di Golo Mori, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores – NTT.

Salah satu warga Golo Mori, Hasan menjelaskan bahwa selama ini, PT. BRL mengambil pasir di Nggoer untuk dibawa ke penampungan milik PT. BRL di Jarak untuk produkai Batching Plant atau beton.

Hasan menjelaskan bahwa pihak BRL melakuakan aktivitas galian C di Nggoer hanya berdasarkan kesepakatan dan persetujuan dengan Tua Golo (Tua Adat) dan masyarakat setempat.

 

Mereka memang ada kesepakatan dengan masyarakat di Tao dan Jarak yakni dengan memperbaiki jalan yang rusak. Mereka (PT. BRL, red) timbun jalan yang rusak. Tapi itu tidak maksimal dengan jumlah material yang mereka ambil di Nggoer. Bahaya abrasinya besar di sana,ujarnya saat ditemui di Labuan Bajo pada Selasa, 26 Juli 2022.

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan timbun jalan yang dilakukan oleh PT. BRL itu tidak sebanding dengan kerugian lingkungan akibat galian C. Apalagi, kata dia, jika musim hujan dampak banjir bisa meluap dan bahkan air laut bisa naik ke muara. Sehingga bisa menyebabkan abrasi.

“Itu muara besar di sana. Itu saja muara dari semua kali kali yang ada di timur. Jadi galian c ini memang berbahaya,” ujarnya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manggarai Barat ini menjelaskan bahwa sudah beberapa hari ini Pihak PT  BRL tidak beroperasi lagi karena diduga ada kendala dengan perijinan. “untuk sementara mereka tidak beroperasi karena ada masalah dengan perijinan kalau saya tidak salah,” ujarnya. (*/Rio)

Baca Juga :   Faisal Basri Sebut Ekonomi Negara Pulih Jika Penyebaran Covid Terkendali

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya