Cara Kelola Sampah di TOSS Klungkung Dapat Pujian, Ini Kata Menteri Siti Nurbaya

12/01/2023 01:44
Direktur Utama PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL), Putu Ivan Yunatana (pegang kertas) memaparkan secara spesifik dan teknis tentang mekanika konstruksi mesin sampah dan pola kerjanya di hadapan Menteri LHK Siti Nurbaya (kemeja biru bertopi) di TOSS Center, Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (11/1/2023). Foto: (Bil)
banner-single

KLUNGKUNG,Jurnalbali.com – 

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup RI saat ini sedang mengamati dan mengumpulkan referensi secara nasional tentang penanganan sampah yang lebih efektif, efisien dan berdaya guna secara ekonomi. Salah satunya yang menjadi referensinya adalah Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Kusamba Klungkung. Tidak main-main, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc mengajak serta Wakil Menteri Alue Dohong dan Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Rosa Vivien Ratnawati mengecek langsung system pengolaan sampah di TOSS Center.

————–

Sayang Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sedang dinas luar kota, sehingga kehadiran Menteri Siti Nurbaya dan rombongan dipandu oleh Sekda Klungkung Putu Winastra dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Klungkung, Ketut Suadnyana.

Menteri Siti Nurbaya setelah melihat cara kelola dan hasil olahan sampah sudah dinilai sangat baik. “Catatan prestasi dan reward yang diperoleh TOSS Center in ikan sudah banyak ya,” katanya. Hanya catatannya kata dia, perlu peningkatkan kapasitas mesin sehingga volume sampah bisa diolah lebih banyak lagi.

Menariknya, Menteri Siti Nurbaya memberikan apresiasi tinggi dengan hadirnya pihak swasta di TOSS Center yakni PT. Citra Terang Bumi Lestari (CTBL) yang mampu mengakselerasi kepentingan pemerintah dalam penanganan sampah berbasis sumber dan solutif.

Menurut Siti Nurbaya, saat ini pemerintah memerlukan referensi dari berbagai wilayah termasuk di datang ke TOSS Center Klungkung ini. Sebab kata dia, yang harus dipahami adalah posisi sampah dari hulu ke hilir.

“Nah yang paling penting adalah sampahnya beres. Dan, memang kalau tak ada produknya membereskan sampahnya susah juga. Inilah pentingnya keterlibatan pihak swasta untuk pengolahannya. Nah, kalau lihat disini ada RDF (refuse dirived fuel) yang bisa diolah menjadi penggantinya bahan bakar adiknya batu bara yang dapat digunakan industry lai,” pujinya.

Baca Juga :   Kurangi Sampah Plastik, Astra Gelar Aksi di Kampung Berseri Astra Gedangsari

Dengan melihat fakta ini lanjutnya, rantai nilai cara penanganan sampah secara nasional sudah dapat dipetakan dengan baik. “Dengan begini pemerintah sudah dapat menentukan di daerah mana bisa melakukan intervensi,” tukasnya.

Apakah kehadiran inovasi mesin pengolah sampah di TOSS Center Klungkung ini bisa menjadi role model pengelolaan sampah secara nasional?. “Ini kita lihat memang berbeda dengan daerah lainnya ya, disini juga ada ruang edukasinya bisa lah kalau kita lihat inovasi dan model-modelnya, apalagi mesinnya diproduksi oleh lokal, bagus lah,” pujinya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL), Putu Ivan Yunatana, juga menjelaskan secara spesifik dan teknis tentang mekanika konstruksi mesin sampah dan pola kerjanya dihadapan Menteri Siti Nurbaya dan jajarannya.

“Mesin ini disediakan dan  dioperasionalkan  PT CTBL yang merupakan entitas bersama antara BWC dan PT Bakti Bumi.  Mesin ini sudah terbukti dan teruji di TPA Jabon Sidoarjo. Dimana hasil pengolahan residu itu dapat menjadi komoditi energi baru terbarukan (EBT) yang beberapa waktu sempat diujicobakan oleh PLTU Tanjung Awar Awar Tuban dan PT Paiton Probolinggo yang hasilnya sudah sesuai dengan standar kebutuhan PLTU tersebut” kata Putu Ivan yang juga Founder BWC, ini.  (*/Bil)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya