Kader PDIP Budiman Sujatmiko Bertemu Prabowo, Ini Komentar Singkat Ganjar Pranowo

20/07/2023 01:42
Capres Partai Gerinrda, Prabowo Subianto bersama politisi PDIP, Budiman Sujatmiko saat menggelar jumpa pers bersama di kediaman Prabowo Subianto. (FOTO/JB/Kontri)
banner-single

JAKARTA,Jurnalbali.com – 

Berbagai manufer politik jelang pendaftaran Capres-Cawapres yang bakal berkontestasi pada Pemilu serentak, Februari 2024 mendatang bertebaran di Ruang Publik. Setidaknya ada dua peristiwa yang dalam bacaan politik tidaklah sekedar sebuah kejadian biasa, yakni pertemuan Kader PDIP Budiman Sujatmiko dan diangkatnya Budi Ari oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kominfo menggantikan Menteri sebelumnya, Johny G Plate yang terlilit kasus koruposi.

————-

Kedua peristiwa ini sama-sama mengundang banyak pertanyaan publik. Budiman Sujatmiko yang hingga kini masih tercatat sebagai kader PDIP misalnya, masuk dalam spekulasi berbagai pihak.

Ada yang menilai langkah mantan aktifis reformasi 1998 ini sebagai pencerminan bahwa di internal PDIP sesungguhnya tidak solid menyambut Pilpres dan mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres PDIP. Diduga, Budiman Sujatmiko kecewa karena dirinya tidak mendapat peran signifikan dalam tim pemenangan Ganjar Pranowo. Ini berbeda dengan kerabatnya yang sama-sama tokoh pergerakan yang sama-sama berada di garis depan pada aksi reformasi ’98, yakni Adian Napitupulu.

PDIP memang jarang memberi panggung kepada Budiman Sujatmiko dalam berbagai kesempatan. Misalnya untuk tampil berdebat atau sekedar sebagai nara sumber di berbagai media pers, sepert TV, median online maupun podcash-podcash tiktok. Tokoh muda satu-satunya yang berani mendirikan partai politik yakni PRD pada zaman pemerintahan orde baru ini eolah tenggelam padahal potensinya cukup besar.

Terkait hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan Komarudin Watubun menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko untuk melakukan klarifikasi terkait kunjungannya ke kediaman bakal calon presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Pasti kami panggil. Semua diperlakukan sama,” ujar Komarudin kepada wartawan pada Rabu 19 Juli 2023.

Baca Juga :   Isak Tangis Istri Tersangka Disebut "Teroris" di Kampung Halamanya

Komarudin merujuk pada pemanggilan klarifikasi terhadap politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang dilakukan oleh partai pada Senin (10/7/2023) lalu, maupun pemanggilan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming sebelumnya lantaran mengikuti acara yang digelar Prabowo Subianto di Solo.

PDI Perjuangan meminta klarifikasi terhadap Effendi terkait pernyataannya yang seolah-olah memberikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres dalam acara Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), beberapa waktu lalu.

“Sama juga dengan Budiman. Tidak akan dibedakan walau Budiman menyatakan, ‘Wah, ini saya tidak mewakili partai, (tetapi) mewakili pribadi’,” kata Komarudin.

Ia menegaskan bahwa bagi politikus PDI Perjuangan, pribadi mereka merupakan pribadi yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan.

“Dan semua yang ber-KTA PDI Perjuangan itu terikat oleh aturan partai, bukan bebas sebebas seperti masyarakat biasa yang bukan berorganisasi,” tuturnya melanjutkan.

Oleh karena itu, PDIP akan memanggil Budiman untuk melakukan klarifikasi. Meskipun demikian, Komaruddin enggan berspekulasi terkait motif Budiman menemui Prabowo, termasuk isu kekecewaan mantan aktivis Prodem itu yang tidak mendapatkan posisi strategis di pemerintahan.

“Saya tidak terlalu percaya orang sekelas Budiman, hanya urusan kecil begitu menjadi kecewa. Itu terlalu kecil urusannya,” tutur Komarudin.

Sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyebut pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa malam tidak mewakili partai, melainkan atas keinginan pribadinya.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi,” kata Budiman kepada wartawan setelah mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023).

Budiman mengatakan dirinya akan membicarakan hasil pertemuan tersebut dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Baca Juga :   PWI Bali Terima Penghargaan ‘Kolaborasi Program’ dari Kwarda Bali

“Soal nanti tentu saja, saya akan bicara dengan Mbak Puan, Pak Hasto, karena kalau boleh saya sampaikan, izin kepada Pak Prabowo yang saya sampaikan kepada beliau tadi itu sebenarnya persatuan kaum nasionalis,” ucap Budiman. 

Sementara itu, Capres PDIP, Ganjar Pranowo yang hingga kini masih sebagai Gubernur aktif di Provinsi Jawa Tengah, tampak tidak terlalu memberi respon serius terhadap apa yang dilakukan Budiman tersebut.

Diwawancarai wartawan usai acara peluncuran baju ‘kebesaran’ Capres-Cawapres PDIP, bercorak garis lurus hitam putih, Ganjar Pranowo berujar singkat. “Itu hak pak Budiman,’ ujar Ganjar.

Penulis||Kontributor||Editor||Edo

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya